Klarifikasi Isu Hoaks Bantuan Akhir Studi Mahasiswa, Disdikbud Papua Tengah: Informasi Itu Tidak Benar
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah, Nurhaidah (tengah), saat memberikan keterangan pers terkait beredarnya brosur bantuan biaya akhir studi mahasiswa yang viral di media sosial, Sabtu (27/6/2026)(Salampapua.com/Dokumen Humas Pemprov Papua Tengah)
SALAM PAPUA (NABIRE) – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Papua Tengah, Nurhaidah, menegaskan bahwa informasi mengenai bantuan biaya akhir studi mahasiswa yang beredar luas melalui media sosial merupakan informasi palsu atau hoaks.
Penegasan tersebut disampaikan Nurhaidah melalui video klarifikasi yang direkam di Kantor Disdikbud Provinsi Papua Tengah pada Jumat (26/6/2026), menyusul beredarnya brosur yang mencatut nama pemerintah daerah serta memuat informasi terkait syarat dan mekanisme pengajuan bantuan biaya akhir studi.
Nurhaidah menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Papua Tengah tidak pernah mengeluarkan informasi atau pengumuman terkait pengajuan bantuan akhir studi mahasiswa secara langsung melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
Ia menyebutkan, mekanisme penyaluran bantuan biaya akhir studi yang resmi memiliki prosedur tersendiri dan tidak dilakukan dengan cara mahasiswa datang langsung membawa berkas ke kantor dinas.
“Apabila ada brosur atau informasi yang beredar mengenai syarat pengajuan bantuan biaya akhir studi melalui Dinas Pendidikan, itu merupakan informasi yang tidak benar,” tegas Nurhaidah.
Menurutnya, bantuan biaya akhir studi yang diberikan Pemerintah Provinsi Papua Tengah disalurkan melalui perguruan tinggi yang telah menjalin kerja sama resmi dengan pemerintah daerah.
Seluruh tahapan, mulai dari pendataan mahasiswa penerima, proses administrasi, hingga mekanisme pencairan bantuan dilakukan melalui pihak kampus sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku.
“Prosesnya dilakukan melalui perguruan tinggi mitra. Jadi bukan mahasiswa mengajukan secara langsung ke dinas,” jelasnya.
Nurhaidah mengimbau mahasiswa, orang tua, dan seluruh masyarakat Papua Tengah agar lebih berhati-hati dalam menerima informasi yang beredar di media sosial. Ia meminta masyarakat melakukan pengecekan terlebih dahulu melalui kanal resmi pemerintah sebelum mempercayai maupun menyebarkan informasi.
Menurutnya, penyebaran informasi palsu dapat merugikan mahasiswa, terutama apabila ada pihak yang memanfaatkan situasi tersebut untuk kepentingan tertentu.
“Kami mengimbau bapak, ibu, serta adik-adik mahasiswa agar tidak mudah mempercayai informasi yang bukan berasal dari sumber resmi pemerintah. Pastikan informasi tersebut benar sebelum mengambil tindakan,” katanya.
Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama melawan penyebaran hoaks dengan melakukan verifikasi informasi dan hanya mengikuti pengumuman yang disampaikan melalui saluran resmi pemerintah.
Disdikbud Papua Tengah memastikan bahwa setiap program bantuan pendidikan akan disampaikan secara terbuka melalui mekanisme resmi agar dapat diketahui masyarakat secara benar dan tidak menimbulkan kebingungan.
Penulis: Elias
Editor: Sianturi