Lima Anggota OPM Kodam XXVIII Di Puncak Jaya Nyatakan Kembali Ke NKRI

Lima Anggota OPM Kodam XXVIII Di Puncak Jaya Nyatakan Kembali Ke NKRI Penandatanganan berita acara kembalinya lima anggota kelompok bersenjata ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di Alun-Alun Kota Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Jumat (26/6/2026)(Salampapua.com/Dokumen Satgas Habema)

SALAM PAPUA (TIMIKA) – Suasana penuh harapan mewarnai Alun-Alun Kota Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, setelah lima anggota kelompok bersenjata dari Distrik Mewoluk yang bernaung di bawah Kodam XXVIII menyatakan kembali bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Prosesi ikrar tersebut disaksikan langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Puncak Jaya, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, keluarga peserta, serta ratusan warga setempat.

Kehadiran berbagai unsur masyarakat dalam kegiatan tersebut menjadi simbol bahwa upaya membangun perdamaian dan menjaga keamanan Papua merupakan tanggung jawab bersama.

Kembalinya lima anggota kelompok bersenjata tersebut merupakan hasil dari proses pendekatan persuasif dan humanis yang dilakukan secara bertahap. Koops TNI Habema bersama Pemerintah Daerah, kepala kampung, tokoh adat, dan keluarga terus melakukan komunikasi serta pembinaan untuk membangun kepercayaan.

Dalam prosesi tersebut, kelima individu membacakan ikrar kembali kepada NKRI, menandatangani berita acara kesetiaan, serta melakukan penghormatan terhadap Bendera Merah Putih sebagai simbol komitmen untuk memulai kehidupan baru bersama masyarakat.

Setelah proses ikrar, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan bantuan berupa sembako dan pakaian sebagai bentuk dukungan dalam proses reintegrasi mereka kembali ke lingkungan sosial.

Kapen Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, mengatakan keputusan kelima anggota tersebut menjadi bukti bahwa pendekatan komunikasi, dialog, dan kolaborasi dapat membuka ruang bagi terciptanya perdamaian.

“Koops TNI Habema menghormati keputusan saudara-saudara kita yang telah memilih kembali ke pangkuan NKRI sebagai bagian dari keluarga besar bangsa Indonesia. Kami berharap momentum ini menjadi awal kehidupan yang lebih baik, aman, dan produktif,” ujar Letkol Wirya.

Ia juga mengajak pihak-pihak yang masih berada dalam kelompok bersenjata untuk memilih jalan damai dan kembali membangun kehidupan bersama masyarakat.

“Masa depan Papua akan lebih baik apabila dibangun melalui persatuan, dialog, dan semangat kebersamaan demi kesejahteraan seluruh masyarakat,” katanya.

Menurutnya, keputusan untuk kembali ke NKRI merupakan langkah yang lahir dari kesadaran pribadi tanpa adanya tekanan maupun paksaan. Hal tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan serta mendukung terciptanya stabilitas keamanan di wilayah Papua.

Kembalinya lima anggota tersebut juga diharapkan membuka peluang bagi pembangunan yang lebih baik, sekaligus meningkatkan rasa aman masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Koops TNI Habema bersama seluruh unsur pemerintah menegaskan komitmen untuk terus mengedepankan pendekatan yang mengutamakan komunikasi, pembinaan, serta penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan.

Melalui kerja sama dengan tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat, pemerintah berharap semakin banyak pihak yang berperan aktif dalam menciptakan Papua yang aman, damai, dan sejahtera.

Penulis: Acik

Editor: Sianturi