SALAM PAPUA (KENYAM) – Ratusan warga setiap hari mendatangi
Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Nduga,
Papua Pegunungan, untuk mengurus berbagai dokumen administrasi kependudukan.
Kebutuhan layanan tersebut semakin meningkat, terutama bagi
para siswa yang memerlukan dokumen seperti kartu keluarga, akta kelahiran, dan
kartu tanda penduduk (KTP) untuk melanjutkan pendidikan, baik di Kenyam maupun
di luar daerah.
Pada Senin (8/6/2026), warga telah memadati kantor
Disdukcapil sejak pagi. Pelayanan mulai dibuka pukul 09.00 WIT dan petugas
langsung melayani masyarakat yang mengurus berbagai dokumen sesuai kebutuhan
masing-masing.
Dalam kesempatan itu, sejumlah warga meminta agar pelayanan
terhadap siswa yang membutuhkan dokumen untuk keperluan pendidikan dapat
diprioritaskan.
“Minta tolong Pak Kepala Dinas agar koordinasi dengan
stafnya supaya pelayanan kepada anak-anak sekolah menjadi prioritas utama.
Karena mereka mau berangkat sekolah sangat mendesak. Jangan nanti sampai
tutup,” ujar salah seorang warga.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Disdukcapil Nduga, Ratu
Maripadang, meminta masyarakat tetap mengikuti prosedur pelayanan dan bersabar
karena keterbatasan fasilitas yang dimiliki instansinya.
“Kami mau melayani, tetapi tergantung juga kondisi listrik.
Jika baterai tidak terisi karena cuaca, pelayanan menjadi terkendala. Genset
sudah tidak ada, sehingga kami mengandalkan solar cell yang terpasang,”
katanya.
Ia menegaskan bahwa pelayanan kepada masyarakat tetap
menjadi prioritas dan harus tetap berjalan meski adanya keterbatasan peralatan,
khususnya bagi siswa yang membutuhkan dokumen untuk melanjutkan pendidikan.
Ratu menjelaskan, Disdukcapil Nduga tetap membuka pelayanan
pada hari kerja sesuai standar operasional prosedur (SOP), meski sering
menghadapi kendala listrik dan keterbatasan peralatan pendukung.
“Pelayanan kepada masyarakat tetap kami lakukan. Namun
kadang terkendala lampu dan peralatan yang terbatas. Kebutuhan masyarakat
terhadap dokumen kependudukan saat ini memang cukup tinggi,” ujarnya.
Menurutnya, sejumlah peralatan kantor juga mengalami
kerusakan dan kehilangan. Salah satu kendala terbesar adalah hilangnya genset
yang selama ini menjadi sumber listrik utama untuk mendukung pelayanan.
“Genset besar yang kami gunakan selama ini dicuri.
Akibatnya, selama satu hingga dua minggu pelayanan sempat terganggu. Syukurlah
Pak Bupati sudah membantu dengan pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya
(PLTS),” jelasnya.
Meski demikian, pemanfaatan PLTS masih bergantung pada
kondisi cuaca karena membutuhkan sinar matahari untuk mengisi daya baterai.
Ratu memastikan seluruh bidang pelayanan tetap aktif, mulai
dari layanan kartu keluarga, pendaftaran penduduk, Sistem Informasi
Administrasi Kependudukan (SIAK), hingga pencatatan sipil.
Pelayanan Disdukcapil Nduga dibuka setiap Senin hingga Jumat
mulai pukul 09.00 WIT sampai 13.00 WIT. Namun jam pelayanan dapat menyesuaikan
dengan kondisi ketersediaan listrik.
“Dukcapil tidak mengenal hari libur apabila ada kebutuhan
yang mendesak. Kami tetap berupaya memberikan pelayanan kepada masyarakat,”
tuturnya.
Penulis/Editor: Sianturi

