SALAM PAPUA (TIMIKA) – Harapan Kabupaten Mimika untuk mencatat sejarah dengan mengirim wakil ke Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional 2026 harus tertunda. Nikolaus Timakonama, putra asli Suku Kamoro dari Kampung Aindua, Distrik Mimika Barat Jauh, belum berhasil lolos pada tahapan Pantukhir seleksi Paskibraka Nasional.
Meski demikian, siswa kelas X Sekolah Rakyat Mimika tersebut tetap menorehkan prestasi membanggakan dengan menjadi satu-satunya peserta asal Mimika yang berhasil menembus tahapan seleksi nasional tahun ini.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Mimika, Ronny S. Marjen, S.STP., M.H., mengatakan Nikolaus kini dipercaya menjadi anggota cadangan Paskibraka Provinsi Papua Tengah dan akan bertugas pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia tingkat provinsi.
"Memang Nikolaus belum berhasil lolos pada tahap Pantukhir nasional. Namun, ia tetap mendapat kepercayaan untuk bertugas sebagai anggota cadangan Paskibraka Provinsi Papua Tengah pada peringatan HUT RI tahun ini," ujar Ronny saat ditemui, Jumat (10/7/2026).
Menurut Ronny, dari 11 peserta yang dikirim Mimika mengikuti seleksi Paskibraka tingkat provinsi, sebanyak enam orang berhasil lolos. Dari jumlah tersebut, Nikolaus menjadi satu-satunya peserta yang melaju hingga tahapan seleksi nasional.
Ia menilai pencapaian tersebut merupakan kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten Mimika karena menjadi kali pertama utusan daerah berhasil mencapai seleksi nasional.
"Ini merupakan pencapaian yang sangat membanggakan. Untuk pertama kalinya peserta asal Mimika berhasil menembus seleksi nasional. Walaupun belum lolos ke formasi inti, ini tetap menjadi sejarah baru bagi daerah kita," katanya.
Ronny mengungkapkan, selama proses seleksi masih terdapat sejumlah kendala teknis yang dihadapi peserta, terutama terkait sistem seleksi berbasis daring yang terintegrasi dengan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
Beberapa kendala tersebut meliputi proses pendaftaran, pemindaian barcode, hingga keterbatasan akses internet yang menjadi tantangan bagi peserta dari daerah.
Karena itu, Kesbangpol Mimika berkomitmen untuk melakukan pendampingan dan persiapan lebih dini bagi calon peserta Paskibraka tahun depan agar mampu bersaing lebih optimal di tingkat nasional.
"Kami akan melakukan pendampingan lebih awal pada proses seleksi berikutnya sehingga peserta dapat lebih siap menghadapi setiap tahapan yang ada, termasuk aspek teknis yang menjadi bagian dari sistem seleksi nasional," jelasnya.
Ronny berharap capaian Nikolaus dapat menjadi motivasi bagi generasi muda Mimika, khususnya anak-anak asli Papua, untuk terus berprestasi dan berani bersaing di tingkat nasional.
"Pencapaian Nikolaus membuktikan bahwa putra-putri Mimika memiliki potensi yang besar untuk bersaing di tingkat nasional. Ini menjadi motivasi bagi generasi berikutnya agar lebih siap dan lebih matang dalam menghadapi seleksi Paskibraka di masa mendatang," pungkasnya.
Penulis: Evita
Editor: Sianturi