Pemkab Nduga Resmi Teken MoU Dengan UGM, Siapkan Lima Dokter Asli Nduga Ikuti PPDS
Bupati Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, Yoas Beon, SIP (kiri) bersalaman dengan Dekan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM, Dekan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM, Prof. dr. Yodi Mahendradhata, M.Sc., Ph.D., FRSPH usai teken MoU PPDS, Kamis (1/7/2026) di Yogjakarta (Salampapua.com/Dokumen Pemkab Nduga)
SALAM PAPUA (YOGYAKARTA) – Pemerintah Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegunungan, resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk pelaksanaan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) bagi lima putra-putri asli Nduga.
Penandatanganan kerja sama tersebut berlangsung di Kampus UGM, Yogyakarta, Kamis (2/7/2026).
Rombongan Pemkab Nduga dipimpin langsung Bupati Nduga, Yoas Beon, S.IP, didampingi Kepala Dinas Kesehatan Ahmad Lokbere, SKM, Asisten II Inna Gwijangge, serta Direktur RSUD Elvrida Sara Kenyam, dr. Nataniel Hadi, FISQUA.
Bupati Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, Yoas Beon, SIP (kiri) bersama dengan Dekan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM, Dekan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM, Prof. dr. Yodi Mahendradhata, M.Sc., Ph.D., FRSPH usai teken MoU PPDS, Kamis (1/7/2026) di Yogjakarta (Salampapua.com/Dokumen Pemkab Nduga) Sementara dari pihak UGM, penandatanganan dilakukan oleh Dekan Fakultas Kedokteran UGM, Prof. dr. Yodi Mahendradhata, M.Sc., Ph.D., FRSPH, didampingi Wakil Dekan dr. Ahmad Hamim Sadewa, Ph.D.
Bupati Nduga, Yoas Beon, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas terjalinnya kerja sama tersebut. Menurutnya, kerja sama dengan UGM merupakan langkah bersejarah bagi Pemerintah Kabupaten Nduga dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang kesehatan.
"Kami sangat bangga dan bersyukur atas dukungan Fakultas Kedokteran UGM dalam mempersiapkan pendidikan dokter spesialis bagi putra-putri asli Nduga. Direktur RSUD telah melakukan berbagai pendekatan dan komunikasi dengan pihak fakultas hingga akhirnya hari ini kami dapat menandatangani kerja sama ini secara resmi," ujarnya.
Pihak Pemkab Nduga dan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM usai teken MoU, Kamis (1/7/2026)(Salampapua.com/Dokumen Pemkab Nduga) Yoas mengatakan, selama ini Pemerintah Kabupaten Nduga belum pernah menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi mana pun. Karena itu, MoU dengan UGM menjadi tonggak awal yang akan terus dikembangkan pada masa mendatang.
"Ini merupakan langkah awal yang kami bangun. Kami ingin kerja sama ini terus dipelihara dan tidak berhenti sampai di sini. Selama kami memimpin, kerja sama dengan UGM akan terus kami lanjutkan," tegasnya.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah sangat membutuhkan tenaga dokter spesialis untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat. Saat ini Kabupaten Nduga masih menghadapi keterbatasan tenaga kesehatan maupun fasilitas pendukung pelayanan medis.
Menurut Yoas, Kementerian Kesehatan juga telah menyatakan komitmennya untuk mendukung pembiayaan pendidikan bagi para dokter asal Nduga yang akan mengikuti program spesialis.
"Harapan kami, kerja sama ini terus ditingkatkan. Pemerintah daerah akan memberikan dukungan penuh kepada anak-anak kami, bukan hanya dari sisi mekanisme pembiayaan, tetapi juga pembinaan moral dan keimanan," katanya.
Bupati berharap, setelah menyelesaikan pendidikan spesialis, para dokter tersebut kembali ke Nduga untuk mengabdi kepada masyarakat.
Ia menambahkan, RSUD Elvrida Sara Kenyam yang saat ini masih berstatus rumah sakit tipe D tengah dipersiapkan untuk ditingkatkan menjadi rumah sakit tipe C sehingga membutuhkan tenaga dokter spesialis yang memadai.
Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran UGM, Prof. Yodi Mahendradhata, mengatakan kerja sama tersebut sejalan dengan semangat UGM yang mengusung tagline "Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi."
"Maknanya, sebuah pohon dapat menjulang tinggi apabila memiliki akar yang kuat. Demikian pula sebuah institusi maupun daerah akan maju apabila memiliki fondasi sumber daya manusia yang kokoh," ujarnya.
Menurut Prof. Yodi, program PPDS yang disepakati bersama merupakan wujud nyata dalam membangun fondasi tersebut. UGM tidak hanya mempersiapkan peserta agar dapat mengikuti pendidikan dokter spesialis, tetapi juga melakukan pendampingan, pembinaan, seleksi bertahap, serta evaluasi secara sistematis.
"Dengan demikian, putra-putri terbaik Kabupaten Nduga memiliki kesempatan lebih besar untuk berkembang sesuai standar mutu pendidikan dokter spesialis UGM. Kami berharap mereka akan tumbuh menjadi dokter spesialis yang unggul, tetap mengakar kuat kepada masyarakat, dan kembali mengabdi di tanah kelahirannya," katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Nduga kepada UGM.
"Kami berharap kerja sama ini menjadi awal perjalanan panjang yang mampu melahirkan dokter spesialis yang unggul, berintegritas, dan memberikan manfaat besar bagi pembangunan kesehatan masyarakat Nduga serta generasi mendatang," ujarnya.
Mengakhiri sambutannya, Prof. Yodi menyampaikan pantun:"Burung cenderawasih terbang tinggi, singgah sebentar di pohon kenari. UGM dan Nduga bersinergi, demi harapan masa depan negeri."
Kegiatan ditutup dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan foto bersama antara Pemerintah Kabupaten Nduga dan Fakultas Kedokteran UGM sebagai tanda dimulainya kerja sama dalam pengembangan sumber daya manusia kesehatan di Kabupaten Nduga.
Penulis/Editor: Sianturi