Sekolah Bola Freeport PFA Genap 4 Tahun, Berhasil Luluskan 20 Anak Angkatan 2010 20 anak PFA yang lulus angkatan 2010 pada Graduation PFA Angkatan kedua tahun 2026, yang dilaksanakan di Ballroom Hotel Horison Diana, Timika, Sabtu (4/7/2026) (salampapua.com/Evita)

Sekolah Bola Freeport PFA Genap 4 Tahun, Berhasil Luluskan 20 Anak Angkatan 2010

SALAM PAPUA (TIMIKA) - Sekolah Bola PT Freeport Indonesia (PTFI), Papua Football Academy (PFA) genap 4 tahun dan berhasil meluluskan 20 anak angkatan 2010 sebagai bukti keberhasilan pembinaan usia dini di Timika.

Keberhasilan ini dirayakan dalam Graduation PFA Angkatan kedua tahun 2026, yang dilaksanakan di Ballroom Hotel Horison Diana, Timika, Sabtu (4/7/2026).

PFA Principal PT Garuda Gemah Nusantara (GGN), Ratu Tisha Destria menyampaikan terima kasih kepada PT Freeport Indonesia, PT GGN, legenda sepak bola, guru, pelatih, dan orang tua yang mendukung pembinaan anak-anak Papua.

Ia memberikan pesan disiplin bagi anak-anak PFA angkatan kedua, bahwa selama 3 tahun anak-anak ditempa dengan latihan fisik, nutrisi, dan kedisiplinan, sehingga itu pentingnya konsistensi hingga 12 tahun ke depan demi mimpi tampil di Piala Dunia 2038.

“Sepak bola disebut sebagai “game of centimeters”, di mana detail kecil menentukan kemenangan. Maka anak-anak harus fokus pada presisi dan keputusan tepat. Saya harap kalian memiliki keberanian menghadapi tekanan, cepat pulih dari kegagalan, serta menjaga kesucian hati sesuai makna merah putih, berani dan suci,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur & EVP Sustainable Development PTFI, Claus Wamafma mengatakan, PFA telah genap 4 tahun yang menjadi pusat pembinaan sepak bola anak-anak Papua dengan standar latihan setara Eropa. Pembinaan intensif diberikan, anak-anak berlatih hingga 22 jam per minggu, membangun disiplin dan mental juara.

PT Freeport Indonesia selama 3 dekade terus mendukung, membiayai pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga infrastruktur, termasuk sponsor klub legendaris Persipura dan kerja sama dengan PSSI.

“Di PFA anak-anak diajarkan menerima keputusan wasit dengan sportif, tanpa kerusuhan, sebagai bagian dari pendidikan karakter. Maka itu kami berharap PFA dapat melahirkan pemain Papua yang tampil di Piala Dunia, membawa nama Indonesia ke panggung global,” harapnya.

Direktur Akademi PFA Wolfgang Pical pun menegaskan keyakinan bahwa anak-anak Papua bisa sukses, membanggakan orang tua, PT Freeport Indonesia, dan keluarga besarnya.

Anak-anak PFA diminta berani bermimpi besar, tidak kalah dengan pemain dari Jawa maupun luar negeri, serta terus mengejar cita-cita.

“Sepak bola bukan hanya soal teknik, tetapi juga membentuk mental, disiplin, dan nilai hidup. Saya harap anak-anak Papua mampu bersaing di panggung nasional dan internasional, membawa nama Papua dan Indonesia,” pungkasnya.

Ungkapan rasa syukur pun diberikan oleh orang tua anak PFA Angkatan 2010, Bernadus Imbiri yang mengucapkan terima kasih kepada PT Freeport Indonesia yang menghadirkan PFA sebagai wadah pembinaan anak-anak Papua.

“Anak-anak tidak hanya berkembang sebagai pemain bola, tetapi juga disiplin, mandiri, bertanggung jawab, dan berkarakter baik,” tuturnya.

Penulis: Evita

Editor: Jimmy