13 Kewenangan Retribusi Masih Bisa Ditarik Pemkab Mimika, Parkir Jadi Salah Satunya Bupati Kabupaten Mimika, Johannes Rettob (Salampapua.com/Evita)

13 Kewenangan Retribusi Masih Bisa Ditarik Pemkab Mimika, Parkir Jadi Salah Satunya

SALAM PAPUA (TIMIKA) - Pemerintah Kabupaten Mimika masih memiliki 13 kewenangan retribusi yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru di tengah kondisi fiskal daerah yang semakin terbatas. Salah satu potensi yang akan dikembangkan adalah retribusi parkir di pinggir jalan.

Bupati Mimika, Johannes Rettob, mengatakan optimalisasi sumber-sumber PAD tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah daerah untuk memperkuat kemampuan fiskal dan mendukung pembiayaan pembangunan.

“Di tengah fiskal yang rendah, kami berusaha mencari sumber PAD baru. Ada 13 kewenangan retribusi yang masih bisa ditarik Pemkab, sisanya sudah dihapus. Salah satunya nanti parkir di pinggir jalan,” ujar Johannes Rettob, Rabu (19/8/2026).

Menurutnya, upaya menggali sumber PAD baru perlu dilakukan karena tantangan penganggaran daerah saat ini semakin berat. Pemerintah daerah dituntut lebih kreatif dalam mengoptimalkan potensi pendapatan yang masih tersedia.

Johannes juga menyoroti anggapan publik yang menilai APBD Mimika cukup besar. Menurutnya, besarnya anggaran tersebut harus dilihat dari luas wilayah Mimika yang mencapai sekitar 21.000 kilometer persegi serta kebutuhan pembangunan dan pelayanan masyarakat di wilayah pantai maupun pegunungan.

“Dengan luas wilayah mencapai 21.000 kilometer persegi, anggaran banyak terserap untuk transportasi pembangunan di wilayah pantai dan pegunungan,” jelasnya.

Ia menegaskan, kondisi geografis Mimika membuat kebutuhan anggaran pembangunan dan pelayanan publik cukup besar, terutama untuk menjangkau masyarakat yang berada di wilayah dengan akses transportasi terbatas.

Di sisi lain, Pemkab Mimika tetap mendorong pembangunan dengan mengusung visi “dari kampung ke kota”, dengan fokus pada pembangunan infrastruktur dan peningkatan pelayanan publik.

Mimika juga mencatat sejumlah capaian yang dinilai membanggakan, termasuk penghargaan di tingkat nasional terkait upaya penurunan angka kemiskinan dan stunting serta kreativitas daerah dalam mengelola kemampuan fiskal.

“Kita berusaha meningkatkan fiskal daerah, karena tantangan penganggaran saat ini sangat berat,” pungkas Jhon Rettob.

Penulis: Evita

Editor: Sianturi