SALAM PAPUA (NABIRE) – Anggota Unit Reaksi Cepat (URC) Polda Papua Tengah, Brigpol Riccy Kani, menjadi korban pengeroyokan dan penikaman saat merespons laporan adanya dua anggota Brimob yang dihadang sekelompok pemuda di Jalan Frans Kaisepo, kawasan Nabarua, Kabupaten Nabire, Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 03.00 WIT.
Dalam insiden tersebut, Brigpol Riccy Kani mengalami luka serius pada bagian wajah dan patah rahang sebelah kiri. Korban kemudian dievakuasi dan mendapatkan perawatan medis di RSUD Nabire.
Kabid Humas Polda Papua Tengah, I Made Suartika, membenarkan insiden penyerangan terhadap anggota kepolisian tersebut.
“Iya, benar. Ada satu anggota Polda Papua Tengah yang menjadi korban penikaman oleh sekelompok pemuda di kawasan Nabarua,” kata I Made saat dikonfirmasi.
Ia menjelaskan, kondisi korban membutuhkan penanganan medis lebih lanjut. Atas instruksi Kapolda Papua Tengah, korban direncanakan dirujuk ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta, untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif.
“Saat ini korban sedang menjalani perawatan medis di RSUD Nabire. Namun, sesuai instruksi Kapolda korban akan kita rujuk ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta, guna mendapat perawatan lebih intensif,” ungkapnya.
Sementara itu, kepolisian telah bergerak cepat melakukan penyelidikan dan menangkap para pelaku. Dari enam orang yang diduga terlibat dalam pengeroyokan dan penikaman tersebut, lima orang telah diamankan, sementara satu pelaku lainnya masih dalam pengejaran.
“Pelakunya ada enam orang dan lima di antaranya sudah ditangkap. Kini kelima tersangka berinisial KA (27), JSL (22), FS (27), SOW (25) dan JR (33) telah ditahan di Polsek Nabire Kota,” jelas I Made.
Menurutnya, kejadian bermula ketika dua anggota Brimob dihadang sekelompok pemuda yang diduga berada di bawah pengaruh minuman keras.
Kedua anggota tersebut kemudian menghubungi Brigpol Riccy Kani untuk meminta bantuan. Mendapat laporan tersebut, korban bersama seorang rekannya langsung menuju lokasi untuk mengecek sekaligus merespons laporan tersebut.
“Jadi sebelumnya ada dua anggota Brimob dihadang para pelaku yang diduga dalam kondisi dipengaruhi minuman keras. Kemudian kedua anggota Brimob tersebut menelepon korban, sehingga korban bersama rekannya mendahului ke lokasi kejadian untuk mengecek kebenaran laporan tersebut,” jelasnya.
Namun, setibanya di lokasi, korban justru diserang oleh kelompok tersebut. Brigpol Riccy Kani dikeroyok dan ditikam menggunakan pisau hingga mengalami luka pada bagian wajah serta patah rahang sebelah kiri.
“Akan tetapi, baru sampai di lokasi, korban langsung dikeroyok dan ditikam dengan pisau di bagian wajah. Kejadian itu langsung direspons oleh Tim URC dan Polsek Nabire Kota sehingga berhasil menangkap para pelaku. Sedangkan korban langsung dibawa ke rumah sakit,” ujarnya.
I Made menegaskan, Polda Papua Tengah akan memproses para pelaku sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Sejumlah alat bukti juga telah dikumpulkan untuk mendukung proses penyidikan.
“Saat ini laporan polisi dan hasil visum et repertum telah dibuat dan dijadikan sebagai barang bukti untuk memproses para pelaku sesuai dengan perbuatannya,” tegasnya.
Ia menambahkan, satu pelaku yang masih melarikan diri terus diburu oleh aparat kepolisian. Polda Papua Tengah memastikan penanganan perkara tersebut dilakukan secara tegas dan profesional sesuai proses hukum.
Penulis: Elias
Editor: Sianturi