Bupati Mimika: Pemerintah Aktif Koordinasi, 3 Ton Bama Dikirim Ke Jila Jumat Suasana konferensi pers di kediaman Bupati Mimika, Johannes Rettob , Wakil Bupati Emanuel Kemong dan Kapolres AKBP Alredo Rumbiak di Jalan Hasanuddin Timika, Kamis (20/8/2026) malam (Salampapua.com/Evita)

Bupati Mimika: Pemerintah Aktif Koordinasi, 3 Ton Bama Dikirim Ke Jila Jumat

SALAM PAPUA (TIMIKA) – Bupati Mimika, Johannes Rettob, menegaskan Pemerintah Kabupaten Mimika terus melakukan koordinasi dengan TNI dan Polri untuk menangani situasi keamanan di Distrik Jila serta memastikan keselamatan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Rettob saat menggelar konferensi pers di kediamannya di Jalan Hasanuddin, Timika, Kamis (20/8/2026) malam.

“Masyarakat Jila adalah masyarakat kita. Pemerintah berusaha terus berkoordinasi dengan TNI dan Polres agar situasi bisa kondusif kembali,” ujar Rettob.

Menurutnya, pemerintah saat ini memfokuskan perhatian pada dugaan penculikan warga, khususnya anak-anak dan perempuan. Pemerintah, kata dia, prihatin atas kejadian tersebut dan terus berupaya melakukan koordinasi agar warga yang hilang dapat kembali kepada keluarganya dalam kondisi selamat.

Selain penanganan keamanan, Pemkab Mimika juga mempersiapkan langkah pemulihan kondisi masyarakat Jila yang mengalami trauma akibat situasi tersebut.

“Yang kedua adalah pemulihan trauma masyarakat. Mereka takut dan tidak berani berkebun,” jelasnya.

Untuk membantu memenuhi kebutuhan warga, Pemkab Mimika akan mengirimkan bantuan bahan makanan (bama) sekitar 3 ton beras beserta perlengkapan memasak ke Jila pada Jumat (21/8/2026). Pengiriman bantuan tersebut akan didukung menggunakan helikopter TNI.

Rettob juga memastikan tenaga kesehatan, guru, serta pegawai distrik yang berada di Jila telah dievakuasi ke Timika menggunakan helikopter TNI Angkatan Udara (TNI AU).

Untuk sementara waktu, pelayanan pendidikan, kesehatan, dan pemerintahan di Distrik Jila dihentikan hingga situasi keamanan dinilai kembali aman.

Bupati mengatakan kondisi keamanan juga berdampak terhadap sejumlah program pembangunan yang tengah berlangsung di Jila, termasuk pembangunan kantor distrik, Polsek, perumahan, dan sekolah.

Karena itu, pemerintah bersama TNI dan Polri terus berupaya menciptakan situasi yang aman sehingga pelayanan masyarakat dan pembangunan dapat kembali berjalan.

“Harapan kami situasi cepat aman, cepat damai, dan tidak ada lagi tindakan terhadap anak-anak maupun perempuan,” tegas Rettob.

Sementara itu, Kapolres Mimika AKBP Alredo Agustinus Rumbiak mengatakan pihaknya telah menurunkan personel untuk memperkuat pengamanan di Distrik Jila.

Dari total 20 personel yang direncanakan, sebanyak 16 personel telah diberangkatkan, sedangkan empat personel lainnya akan menyusul.

“Besok sisanya, empat orang lagi akan menyusul,” jelas Alredo.

Ia menjelaskan personel yang diterjunkan terdiri dari unsur Brimob serta tim investigasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Menurut Alredo, situasi pascakejadian di sekitar wilayah Polsek Jila saat ini relatif landai dan belum ditemukan adanya kejadian lanjutan. Meski demikian, aparat tetap meningkatkan kewaspadaan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya serangan.

Terkait informasi hilangnya sejumlah anak dan perempuan, Alredo mengatakan pihaknya belum dapat memastikan bahwa kejadian tersebut merupakan penyanderaan.

“Kalau penyanderaan biasanya ada tuntutan. Sampai sekarang belum ada tuntutan yang disampaikan. Jadi lebih tepat disebut penculikan atau pembawaan paksa,” ujarnya.

Kapolres menambahkan, aparat juga telah mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi, termasuk keluarga korban. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Polsek Jila, Koramil, dan keluarga korban, terdapat sembilan orang yang dilaporkan hilang.

“Konfirmasi dari Polsek Jila, Koramil, dan keluarga korban menunjukkan ada sembilan orang yang hilang. Proses investigasi terus berjalan,” pungkasnya.

Penulis: Evita

Editor: Sianturi