SALAM PAPUA (NABIRE)- Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPC GAMKI) Kabupaten Nabire berkolaborasi dengan Dewan Pimpinan Cabang Barisan Merah Putih Republik Indonesia (DPC BMP RI) Papua menggelar seminar wawasan kebangsaan sekaligus pemberian hadiah lomba menulis esai.
Kegiatan berlangsung di Aula RRI, Jalan Merdeka, Kabupaten Nabire, Rabu (19/8/2026), dengan mengusung tema “Semangat Kemerdekaan Membangun Generasi Papua Tengah yang Cerdas, Nasionalis, Kreatif, Berdaya Saing, dan Berakhlak.”
Seminar tersebut menghadirkan sejumlah pemateri, di antaranya Sekretaris BMP RI Papua Ali Kabiay, Ketua GAMKI Papua Tengah Anis Labene, serta Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPR Papua Tengah Peter Worabay.
Seminar wawasan kebangsaan dan lomba menulis esai tersebut secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, Dra. Dina Pidjer, M.M.
Ketua Tim Karateker DPC GAMKI Kabupaten Nabire, Yusuf Simbiak, menjelaskan bahwa sasaran peserta seminar berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa.
“Rencananya kami mengundang tujuh sekolah, di mana setiap sekolah diwakili 10 orang. Jadi target pelajarnya ada 70 orang, sedangkan untuk mahasiswa sekitar 20 hingga 30 orang,” jelas Yusuf.
Ia mengatakan, pendaftaran lomba menulis esai telah dibuka sejak 13 Agustus dan ditutup pada 17 Agustus 2026.
“Pendaftaran lomba sudah kami buka dari tanggal 13 dan resmi ditutup tanggal 17 siang. Penutupan ini tidak dipercepat karena harus ada proses penilaian dari tim juri,” ujarnya.
Menurut Yusuf, berdasarkan data pendaftaran melalui Google Form terdapat 28 peserta. Namun, setelah dilakukan verifikasi karena terdapat peserta yang mengirimkan berkas lebih dari satu kali, jumlah peserta yang tercatat secara riil sebanyak 24 orang.
Dari 24 peserta tersebut, panitia menetapkan pemenang Juara 1, Juara 2, Juara 3, serta Juara Harapan 1 dan 2.
Total hadiah yang disiapkan mencapai Rp10 juta, dengan rincian Juara 1 sebesar Rp4 juta, Juara 2 Rp3 juta, Juara 3 Rp2 juta, serta Juara Harapan 1 dan 2 masing-masing Rp500 ribu.
Selain uang pembinaan, panitia juga menyiapkan 10 medali sebagai bentuk apresiasi kepada peserta yang telah berpartisipasi dalam lomba menulis esai.
“Lima medali diberikan kepada penerima uang pembinaan, yakni Juara 1, 2, 3, serta Juara Harapan 1 dan 2. Lima medali lainnya diberikan kepada lima peserta terbaik di luar pemenang utama tanpa uang pembinaan,” kata Yusuf.
GAMKI Nabire berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan rasa nasionalisme, memperkuat pemahaman generasi muda terhadap nilai-nilai Pancasila, serta mengasah kemampuan berpikir kritis dan kreatif.
Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan ruang bagi pelajar dan mahasiswa untuk menuangkan ide, gagasan, serta solusi kreatif mengenai persoalan kebangsaan melalui karya tulis yang objektif.
Yusuf menilai kemampuan menulis tidak dapat diperoleh secara instan karena membutuhkan proses serta pemahaman terhadap kaidah penulisan yang baik dan benar.
“Banyak orang mengira menulis itu gampang, padahal menulis membutuhkan proses dan kaidah karya yang benar. Oleh karena itu, kami berharap ke depan Dinas Pendidikan atau pihak terkait dapat menyelenggarakan pelatihan khusus menulis bagi para siswa seperti ini,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Nabire, Dra. Dina Pidjer, menyampaikan apresiasi kepada pengurus GAMKI Papua Tengah, GAMKI Nabire, BMP RI, serta seluruh panitia yang telah bekerja keras mempersiapkan kegiatan tersebut.
Menurutnya, kegiatan seminar wawasan kebangsaan sangat strategis karena masa depan Nabire dan Indonesia berada di tangan generasi muda.
“Pemerintah Kabupaten Nabire melalui Dinas Pendidikan tentunya menyambut baik, merespons, dan mendukung penuh kegiatan seperti ini,” katanya.
Dina menegaskan, wawasan kebangsaan tidak hanya sebatas menghafal Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, maupun nama-nama pahlawan.
“Wawasan kebangsaan bukan sekadar menghafal Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, bukan sekadar menghafal nama-nama pahlawan, tetapi bagaimana nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 hidup dalam sikap dan tindakan kita sehari-hari,” ujarnya.
Ia mengatakan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk meningkatkan tali silaturahmi dan persaudaraan di antara generasi muda Kristen Indonesia.
Dina berharap pengetahuan yang diperoleh peserta melalui seminar dapat menjadi bekal dalam kehidupan sehari-hari. Para peserta juga diharapkan semakin mencintai Pancasila, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika.
“Dengan dilaksanakannya seminar wawasan kebangsaan ini, tentunya para peserta semakin mencintai Pancasila, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Nabire berharap kegiatan tersebut dapat semakin memperkuat pemahaman generasi muda bahwa perbedaan bukan alasan untuk saling menjauh. Sebaliknya, keberagaman merupakan kekuatan yang dapat digunakan untuk membangun persatuan dan kehidupan bermasyarakat yang harmonis.
Penulis: Elias
Editor: Sianturi