Jenazah Pratu Rizki Kurniawan Diterbangkan Ke Jakarta Usai Gugur Ditembak Di Distrik Jila Timika Upacara kenegaraan mengantar jenazah Pratu Rizki Kurniawan sebelum diterbangkan ke Jakarta dari Bandara Mozes Kilangin, Timika, Selasa (18/8/2026)(Salampapua.com/Dokumen Pribadi)

Jenazah Pratu Rizki Kurniawan Diterbangkan Ke Jakarta Usai Gugur Ditembak Di Distrik Jila Timika

SALAM PAPUA (TIMIKA) – Jenazah Pratu Rizki Kurniawan, prajurit Yonif 133/Yudha Sakti yang gugur dalam kontak tembak dengan kelompok bersenjata di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, telah diterbangkan ke Jakarta, Selasa (18/8/2026) siang.

Jenazah almarhum diberangkatkan dari Bandara Mozes Kilangin, Timika, menggunakan pesawat komersial pada pukul 14.55 WIT. Selanjutnya, jenazah akan dibawa ke Jakarta sebelum dipulangkan ke daerah asalnya di Nagari Sungai Gayo Lumpo, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.

Prosesi keberangkatan jenazah dari Timika diawali dengan upacara kenegaraan sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada prajurit yang gugur saat menjalankan tugas di wilayah Papua Tengah.

Pratu Rizki gugur setelah terjadi aksi penembakan oleh kelompok bersenjata pada Senin (17/8/2026), bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, kontak tembak terjadi sekitar pukul 08.12 WIT ketika aparat di Jila diserang dari beberapa arah saat tengah mempersiapkan pelaksanaan upacara pengibaran bendera Merah Putih.

Dalam insiden tersebut, tiga prajurit Yonif 133/Yudha Sakti menjadi korban. Pratu Rizki meninggal dunia akibat luka tembak serius pada bagian kepala, dada, dan kaki. Sementara dua prajurit lainnya mengalami luka tembak pada bagian pantat dan siku.

Aksi penembakan tersebut diduga dilakukan kelompok bersenjata yang mengatasnamakan Organisasi Papua Merdeka (OPM) dengan tujuan mengganggu pelaksanaan upacara kemerdekaan di wilayah Jila.

Situasi di Jila sempat memanas setelah penembakan. Aparat gabungan TNI-Polri kemudian melakukan pengamanan sekaligus proses evakuasi terhadap korban.

Mengingat kondisi geografis Distrik Jila yang berada di wilayah pedalaman, proses evakuasi dilakukan melalui jalur udara. Pada Senin siang, jenazah Pratu Rizki bersama dua prajurit yang mengalami luka dievakuasi menggunakan helikopter menuju Timika.

Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, sebelumnya menyampaikan bahwa aparat gabungan TNI-Polri telah meningkatkan pengamanan di Jila dan melakukan pengejaran terhadap kelompok bersenjata yang diduga terlibat dalam serangan tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, dua prajurit yang mengalami luka masih menjalani penanganan medis di Timika. Keduanya direncanakan dirujuk ke Jakarta untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Kepergian Pratu Rizki meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar TNI dan masyarakat di kampung halamannya.

Gugurnya Pratu Rizki menjadi catatan duka di tengah momentum perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Ketika masyarakat merayakan kemerdekaan, prajurit yang bertugas di wilayah pedalaman Papua Tengah justru menghadapi ancaman kekerasan saat menjalankan tugas pengamanan.

Dengan diberangkatkannya jenazah menuju Jakarta, proses pemulangan Pratu Rizki ke kampung halaman memasuki tahap berikutnya. Sementara itu, aparat keamanan masih berfokus pada pengamanan wilayah Jila dan pengejaran terhadap kelompok yang terlibat dalam penembakan.

Sebelumnya, Kapolres Mimika, AKBP Alredo Agustinus Rumbiak, membenarkan adanya penembakan yang terjadi di sekitar area Polsek Jila.

“Betul ada penembakan dan personel sudah disiagakan di sana,” ujar AKBP Alredo.

Penulis: Acik

Editor: Sianturi