SALAM PAPUA (TIMIKA) - Bupati Kabupaten Nduga yang diwakili Asisten III Bidang Administrasi Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Nduga, Festus Wompere resmi melepas lima dokter muda untuk mengikuti program pra pendidikan spesialis.
Pelepasan dokter muda ini dilaksanakan di Bandara Mozes Kilangin Timika, yang akan menuju ke Makassar, pada Jumat (7/8/2026).
Langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya membangun jembatan masa depan kesehatan di Nduga, yang saat ini masih menghadapi keterbatasan tenaga medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).
Festus menekankan bahwa kesempatan studi ini harus dimanfaatkan dengan sungguh-sungguh. Para dokter diharapkan menyelesaikan pendidikan tepat waktu dan kembali mengabdi di Kabupaten Nduga.
“Setelah selesai studi, kalian akan berhadapan langsung dengan masyarakat. Gunakan kesempatan ini untuk belajar sungguh-sungguh, lalu pulang dan mengabdi demi peningkatan pelayanan kesehatan di daerah,” ujarnya.
Festus menjelaskan, Pemkab Nduga juga berencana mewajibkan peserta program membuat pernyataan tertulis sebagai komitmen agar setelah lulus mereka kembali bertugas di Nduga. Hal ini dilakukan untuk memastikan investasi pendidikan yang diberikan pemerintah benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat.
“Pengalaman sebelumnya menunjukkan ada lulusan yang tidak kembali setelah difasilitasi studi. Karena itu kami berharap generasi dokter muda kali ini dapat menunjukkan tanggung jawab dan komitmen demi masa depan kesehatan Nduga yang lebih baik,” harap Festus.
Sementara itu pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nduga, Ahmad Lokbere mengatakan bahwa pelepasan 5 dokter muda untuk mengikuti pra pendidikan spesialis ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari harapan Bupati Nduga, agar para tenaga medis yang mendapat kesempatan studi dapat kembali dan mengabdi di daerah setelah menyelesaikan pendidikan.
Ahmad menyampaikan bahwa kelima dokter tersebut akan menjalani orientasi di Makassar sebelum melanjutkan pendidikan di Universitas Gadjah Mada (UGM).
“Harapan kami, setelah kembali mereka dapat melayani masyarakat di rumah sakit dan memperkuat pelayanan kesehatan di Nduga,” ungkapnya.
Sedangkan Direktur RSUD Elvrida Sara Kabupaten Nduga, dr. Nataniel Imanuel Hadi mengatakan, para dokter akan menjalani orientasi dan magang di RS Universitas Hasanuddin selama satu bulan, sebelum melanjutkan persiapan seleksi masuk pendidikan spesialis di Fakultas Kedokteran UGM. Program ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama resmi yang telah ditandatangani antara Pemkab Nduga dan UGM beberapa bulan lalu.
“Kami mempersiapkan jembatan masa depan SDM kesehatan Nduga. Dokter-dokter ini akan menjadi tulang punggung pelayanan kesehatan di masa depan, sehingga masyarakat bisa merasakan manfaatnya hingga 10-20 tahun ke depan,” ujar dr. Nataniel.
Ia menjelaskan, kelima dokter yang berangkat akan menempuh pendidikan spesialis di berbagai bidang, mulai dari kandungan, penyakit dalam, hingga anestesi. Mereka sebelumnya telah melayani masyarakat di Nduga, Mimika, bahkan Bintuni, dan kini berkomitmen untuk kembali mengabdi setelah menyelesaikan studi.
Dia menegaskan bahwa langkah ini adalah investasi jangka panjang untuk mewujudkan Nduga Sehat, Nduga Cerdas, Nduga Unggul.
“Selain dokter spesialis, Pemkab Nduga juga menyiapkan program pendidikan bagi calon dokter umum dan tenaga kesehatan lainnya, guna menjawab kebutuhan besar terkait tenaga bidan, perawat, dan tenaga penunjang medis,” pungkasnya.
Penulis: Evita
Editor: Jimmy