Kekejaman KKB Di Jila: 9 Perempuan Disandera, Satu Tewas, Warga Terancam Kelaparan Dandim 1710 Mimika, Letkol Inf Jozanda saat memberikan keterangan pers kepada para wartawan di Timika, Rabu (19/8/2026)(Salampapua.com/Sianturi)

Kekejaman KKB Di Jila: 9 Perempuan Disandera, Satu Tewas, Warga Terancam Kelaparan

SALAM PAPUA (TIMIKA) – Komandan Kodim (Dandim) 1710/Mimika, Letkol Inf Teuku Jozanda, mengungkap aksi kekerasan yang dilakukan kelompok bersenjata di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, pada 17 Agustus 2026.

Dalam peristiwa tersebut, sembilan perempuan dilaporkan disandera. Aksi itu juga menyebabkan satu warga tewas dan seorang lainnya mengalami luka serius setelah diduga dibuang ke dalam jurang.

Letkol Jozanda mengatakan, dari sembilan perempuan yang disandera, sebagian di antaranya merupakan remaja putri dan anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD). Bahkan, terdapat seorang korban yang disebut sedang hamil muda.

Selain penyanderaan, kelompok bersenjata tersebut juga diduga melakukan kekerasan terhadap warga. Seorang perempuan bernama Neregingget Magai dilaporkan ditembak hingga meninggal dunia. Sementara seorang perempuan lainnya, Inkolung Aim, disebut dibuang ke dalam jurang hingga mengalami patah tulang pada bagian kaki.

“Ini perbuatan yang keji. Kelompok ini membawa paksa remaja perempuan, bahkan ada satu di antaranya masih dalam keadaan hamil. Lebih parah lagi yang mereka bawa anak-anak perempuan yang masih SD. Pertanyaannya untuk apa mereka bawa anak-anak ini?” tegas Letkol Jozanda saat dikonfirmasi, Rabu (19/8/2026).

Menurutnya, aksi kekerasan tersebut tidak hanya menimbulkan korban jiwa dan luka-luka, tetapi juga berdampak terhadap kondisi psikologis masyarakat Jila.

Warga disebut masih diliputi ketakutan dan memilih tidak keluar rumah untuk berkebun maupun mengambil hasil pertanian. Kondisi tersebut kemudian berdampak pada ketersediaan bahan makanan bagi masyarakat.

Dandim mengatakan, kondisi itu telah disampaikannya kepada Bupati Mimika Johannes Rettob agar pemerintah dapat segera memberikan bantuan bahan makanan (Bama) kepada masyarakat Jila.

“Saya sudah sampaikan keluhan ini kepada Bupati Mimika. Semoga beberapa hari ke depan bantuan Bama bisa disalurkan ke Jila, karena masyarakat tidak bisa mengambil hasil kebun,” ujarnya.

TNI Lakukan Pengejaran

Di tengah situasi tersebut, aparat TNI dikerahkan untuk menjaga keamanan sekaligus melakukan pengejaran terhadap kelompok bersenjata yang diduga bertanggung jawab atas penyanderaan dan kekerasan terhadap warga.

Letkol Jozanda mengatakan, penjagaan diperketat untuk memastikan situasi keamanan di Distrik Jila tetap terkendali serta memberikan rasa aman kepada masyarakat.

“Kami akan melakukan pengejaran terhadap kelompok ini,” pungkasnya.

Pemerintah Kabupaten Mimika bersama unsur TNI-Polri terus melakukan koordinasi untuk menangani dampak keamanan di Jila, termasuk memastikan keselamatan warga, mengupayakan penanganan terhadap korban, serta menyalurkan bantuan kebutuhan dasar bagi masyarakat yang terdampak.

Penulis: Acik

Editor: Sianturi