SALAM PAPUA (TIMIKA) – Program air bersih hadir untuk menjawab kebutuhan dasar anak-anak di Panti Asuhan Pendampingan Anak Cinta Kasih Hulda, SP 1 Jalur 3, Kampung Mandiri Jaya. Program tersebut merupakan bagian dari implementasi Corporate Social Responsibility (CSR) PT Kuala Pelabuhan Indonesia melalui Yayasan Kuala Papua Indonesia.
Ketua Yayasan Kuala Papua Indonesia, Jibril Bahar, mengatakan program tersebut merupakan bentuk kepedulian dan komitmen pihaknya dalam membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya anak-anak yang berada di Panti Asuhan Pendampingan Anak Cinta Kasih Hulda.
Melalui program ini, panti asuhan kini memiliki fasilitas sumber air bersih berupa sumur bor dengan kedalaman mencapai 51 meter, lengkap dengan tandon air, mesin air, serta instalasi pipa dan listrik.
Pihak CSR PT KPI dan anak-anak dari Panti Asuhan Cinta Kasih Hulda Kampung Mandiri Jaya di halaman yayasan tersebut, Sabtu (15/8/2026)(Salampapua.com/Dokumen CSR PT KPI) Peresmian sekaligus serah terima fasilitas air bersih tersebut dilaksanakan pada Sabtu (15/8/2026), di halaman Panti Asuhan Pendampingan Anak Cinta Kasih Hulda.
Jibril menjelaskan, panti asuhan yang merupakan lembaga mandiri di bawah binaan Ibu Delina tersebut selama ini harus berupaya memenuhi kebutuhan air bersih secara mandiri.
Sebelum adanya sumur bor, sumber air panti berasal dari sumur terbuka dengan kedalaman sekitar 7 hingga 10 meter. Kondisi air yang dihasilkan masih berwarna kuning dan keruh sehingga belum dapat memenuhi kebutuhan air bersih secara optimal.
Program air bersih hadir untuk menjawab kebutuhan dasar anak-anak di Panti Asuhan Pendampingan Anak Cinta Kasih Hulda, SP 1 Jalur 3, Kampung Mandiri Jaya oleh CSR PT KPI (Salampapua.com/Dokumen CSR PT KPI) Untuk memperoleh air yang layak digunakan, pihak panti harus mengeluarkan biaya hingga ratusan ribu rupiah untuk membeli air galon. Dalam kondisi tertentu, anak-anak panti bahkan harus pergi ke kali untuk mencuci pakaian sekolah.
Kini, kondisi tersebut mulai berubah setelah sumur bor sedalam 51 meter berhasil menghasilkan air bersih yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari.
“Dengan adanya sumur bor ini, kami berharap kebutuhan air bersih di panti asuhan dapat terpenuhi dan pengeluaran untuk membeli air juga bisa ditekan. Yang lebih penting, air ini juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar secara gratis,” ujar Jibril.
Menurutnya, aliran air dari sumur bor tersebut tetap mengalir meskipun mesin tidak dihidupkan. Karena itu, masyarakat yang tinggal di sekitar panti asuhan juga diperbolehkan mengambil air secara gratis tanpa dipungut biaya.
Sementara mesin air digunakan terutama untuk menarik air ke tandon, yang selanjutnya dialirkan untuk memenuhi kebutuhan kamar mandi dan fasilitas panti asuhan.
Selain fasilitas sumur bor dan perlengkapannya, program CSR tersebut juga memberikan bantuan berupa satu unit mesin cuci berkapasitas 17 kilogram serta satu kontainer box berisi sanitari kit untuk mendukung kebutuhan anak-anak dan operasional panti.
Jibril berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi panti asuhan sekaligus meningkatkan kualitas hidup anak-anak yang tinggal di dalamnya.
Program ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi atas persoalan air bersih, tetapi juga membantu menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan nyaman bagi anak-anak Panti Asuhan Pendampingan Anak Cinta Kasih Hulda.
Pemanfaatan sumber air secara gratis oleh masyarakat sekitar juga menjadi bentuk manfaat sosial yang lebih luas dari program tersebut.
Dari sebuah sumur bor sedalam 51 meter, hadir harapan baru bagi anak-anak panti dan masyarakat Kampung Mandiri Jaya untuk mendapatkan akses air bersih yang lebih mudah, sehat, dan berkelanjutan. (Sumber: Humas CSR PT KPI)
Editor: Sianturi