SALAM PAPUA (TIMIKA) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika memastikan sembilan tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas di Distrik Jila berhasil dievakuasi ke Timika dengan selamat pada Selasa (18/8/2026).
Evakuasi dilakukan menyusul meningkatnya situasi keamanan di wilayah tersebut setelah terjadi kontak tembak yang membuat para nakes berada dalam kondisi mencekam.
Kepala Dinkes Mimika, Godfried Maturbongs, menjelaskan, proses evakuasi berawal dari laporan Kepala Puskesmas Jila pada Senin (17/8/2026) pagi terkait kondisi keamanan di wilayah tersebut.
“Awalnya Kepala Puskesmas menghubungi Sekretaris Dinkes terkait kondisi keamanan akibat kontak tembak, kemudian berkoordinasi dengan saya,” ujar Godfried, Rabu (19/8/2026).
Menurutnya, upaya evakuasi sempat mengalami kendala karena penyedia jasa transportasi udara swasta yang terikat kontrak dengan Pemerintah Kabupaten Mimika menolak melakukan penerbangan ke Jila lantaran mempertimbangkan tingginya risiko keamanan.
Dinkes kemudian berkoordinasi dengan pihak terkait berdasarkan saran Danramil Jila. Koordinasi dilanjutkan dengan Lanud TNI AU untuk mendapatkan dukungan evakuasi.
Hasilnya, pada Selasa pagi, helikopter TNI AU berhasil mengevakuasi sembilan tenaga kesehatan dari Distrik Jila menuju Timika. Dalam proses tersebut, turut dievakuasi Kepala Distrik Jila, sejumlah staf, serta beberapa guru.
Godfried memastikan seluruh tenaga kesehatan tiba di Timika dalam kondisi fisik yang sehat. Meski demikian, mereka mengalami trauma dan tekanan psikologis akibat situasi keamanan yang mereka hadapi selama berada di Jila.
“Mereka mendengar bunyi tembakan sejak pagi hingga malam, sehingga tingkat stres cukup tinggi. Saat tiba di Timika, mereka langsung mendapat dukungan moral dari rekan-rekan sesama nakes,” jelasnya.
Setelah tiba di Timika, sembilan nakes tersebut diberikan waktu untuk beristirahat di rumah masing-masing. Langkah itu dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada mereka memulihkan kondisi psikologis setelah mengalami situasi yang menegangkan.
“Siapapun pasti alami trauma dengan situasi seperti itu. Karena itu mereka perlu tenang dulu,” tutup Godfried.
Dinkes Mimika memastikan kondisi para tenaga kesehatan terus menjadi perhatian, terutama setelah mereka menjalankan tugas pelayanan kesehatan di wilayah yang saat ini menghadapi situasi keamanan yang tidak kondusif.
Penulis: Evita
Editor: Sianturi