SALAM PAPUA (BOGOR) – Trio pemain Akademi WBFC U17 asal Banti, Distrik Tembagapura, Mimika, yakni Lorenzo Jovian Komangal, Don Fransiskus A Magal dan Jopian Aim, turut menyumbang gol saat WBFC U17 menghancurkan Persipasi U17 dengan skor 5-0 pada pertandingan kedua Piala Soeratin U17 Jawa Barat di Stadion Mini Cibinong, Kabupaten Bogor, Selasa (18/8/2026). Kemenangan tersebut memastikan Akademi WBFC U17 melaju ke babak 32 besar Piala Soeratin U17 Jawa Barat 2026.
Pada laga tersebut, tiga pemain asal Banti masing-masing mencetak satu gol. Sementara dua gol lainnya disumbangkan Muh. Farid Athallah dan Naufal Faidlarrahman. Sebelumnya, pada pertandingan Minggu (16/8/2026), WBFC U17 juga meraih kemenangan telak setelah membantai PS BRT Subang U17 dengan skor 6-0.
Dalam pertandingan yang dimulai pukul 10.00 WIB tersebut, WBFC U17 tampil agresif sejak menit awal dengan menerapkan tekanan tinggi. Permainan tersebut membuat para pemain Persipasi kesulitan mengembangkan permainan.
WBFC U17 membuka keunggulan melalui Muh. Farid Athallah pada menit ke-15. Keunggulan 1-0 tersebut bertahan hingga babak pertama berakhir.
Memasuki babak kedua, WBFC U17 semakin meningkatkan intensitas serangan. Don Fransiskus A Magal menambah keunggulan WBFC U17 pada menit ke-48. Naufal Faidlarrahman kemudian memperbesar keunggulan pada menit ke-52. Lorenzo Jovian Komangal kemudian mencetak gol pada menit ke-60 untuk menggandakan keunggulan timnya menjadi 4-0. Dan Jopian Aim melengkapi kemenangan besar WBFC U17 melalui golnya pada menit ke-77 menjadi unggul 5-0.
Kemenangan 5-0 tersebut membuat WBFC U17 semakin percaya diri menatap babak 32 besar. Selain produktif di lini serang, tim juga mampu menjaga gawangnya tetap tanpa kebobolan.
Pelatih WBFC U17, Budiman Yunus, mengatakan permainan anak asuhnya pada pertandingan kali ini lebih baik dibandingkan laga sebelumnya.
“Sore ini permainan anak-anak WBFC lebih bagus dari kemarin. Dari menit awal anak-anak langsung melakukan high press sehingga pemain Persipasi kewalahan mendapat tekanan dari WBFC. Peluang cukup banyak di babak pertama, tetapi hanya bisa menciptakan satu gol lewat Faridz,” ujar Budiman kepada Salampapua.com.
Menurut Budiman, meski WBFC harus bermain dengan 10 pemain karena Widi mendapatkan kartu merah, para pemainnya tetap mampu mempertahankan permainan terbuka dan terus melakukan serangan.
“Babak kedua, walaupun bermain dengan 10 pemain karena Widi mendapatkan kartu merah, pemain-pemain WBFC tetap bermain terbuka dan menyerang. Di babak kedua kami bisa menambah empat gol lewat Don, Noval, Onco, dan Jovian,” katanya.
“Skor akhir 5-0 untuk kemenangan WBFC,” tambahnya.
Selain trio asal Banti, satu pemain lainnya, Dianus Tsugumol, juga tampil sangat baik dalam pertandingan tersebut. Dianus merupakan pemain asal suku Amungme, sehingga total terdapat empat pemain asli Amungme yang memperkuat Akademi WBFC U17 pada laga tersebut.
Keberhasilan melaju ke babak 32 besar menjadi pencapaian penting bagi Akademi WBFC U17. Penampilan tiga pemain asal Banti yang turut mencetak gol juga menjadi bagian dari kontribusi talenta muda Papua dalam perjalanan WBFC di Piala Soeratin U17 Jawa Barat 2026.
Penulis/Editor: Sianturi