SALAM PAPUA (TIMIKA) – Kasus malaria di wilayah kerja Puskesmas Mapurujaya, Distrik Mimika Timur, masih tergolong tinggi dengan jumlah kasus hampir mencapai 300 kasus per bulan. Selain malaria, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) juga menjadi salah satu penyakit yang banyak ditangani, dengan rata-rata sekitar 100 kasus per bulan.
Kepala Puskesmas Mapurujaya, Onna Bunga, mengatakan malaria dan ISPA masih mendominasi pelayanan kesehatan di wilayah tersebut.
“Angka malaria terakhir sekitar hampir 300-an per bulan. Memang masih tinggi karena situasi lingkungan, kemudian air bersih yang tidak ada sehingga masyarakat masih menggunakan air dari kali di belakang rumah,” ujar Onna, Kamis (24/9/2026).
Menurutnya, kondisi lingkungan, sanitasi, keterbatasan akses air bersih, serta kondisi tempat tinggal masyarakat menjadi tantangan dalam upaya menekan kasus malaria.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, Puskesmas Mapurujaya tidak hanya mengandalkan pelayanan di fasilitas kesehatan. Petugas secara rutin turun langsung ke kampung-kampung dengan sistem door to door untuk melakukan pemeriksaan, pengobatan, sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat.
Selain malaria, ISPA juga menjadi perhatian. Onna menyebut perubahan cuaca, kabut, paparan asap rokok, serta kebiasaan menggunakan tungku di dalam rumah menjadi sejumlah faktor yang dapat memicu gangguan pernapasan.
“Kalau ISPA, cuaca juga menjadi salah satu penyebab. Apalagi dengan kondisi panas dan kabut, sementara masyarakat kita masih jarang menggunakan masker,” katanya.
Puskesmas Mapurujaya terus meningkatkan penyuluhan mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi paparan asap, dan menerapkan perilaku hidup sehat.
Onna mengatakan perubahan perilaku masyarakat membutuhkan proses sehingga edukasi dilakukan secara berulang dan berkelanjutan.
“Kami selalu memberikan edukasi secara berulang-ulang. Perubahan kebiasaan masyarakat memang tidak bisa dilakukan secara tiba-tiba, tetapi perlahan-lahan kami terus memberikan pemahaman,” pungkasnya.
Penulis: Evita
Editor: Sianturi