Bukan Sekadar Sepak Bola, FKUB Mimika Jadikan Olahraga Sebagai Wadah Toleransi Ketua FKUB Mimika, Dr Jeffrey C Hutagalung, MPhil dan jajarannya foto bersama dengan para juara Mini Soccer Kerukunan FKUB Cup di Fantastic Sport Complex Timika, Jalan Cenderawasih SP2, Rabu malam (14/10/2026)(Salampapua.com/Sianturi)

Bukan Sekadar Sepak Bola, FKUB Mimika Jadikan Olahraga Sebagai Wadah Toleransi

SALAM PAPUA (TIMIKA) – Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Mimika, Dr. Jeffrey C. Hutagalung, M.Phil., mengajak masyarakat menjadi agen kerukunan dengan memperkuat toleransi melalui olahraga, seni, dan budaya. Ajakan tersebut disampaikan dalam Mini Soccer Kerukunan FKUB Cup Mimika di Fantastic Sport Complex SP2 Timika, Rabu (14/10/2026).

“Daripada ngumpul tidak berfaedah, lebih baik kita menjadi agen-agen kerukunan,” ujar Jeffrey usai pertandingan dan penyerahan hadiah secara simbolis.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak semata-mata berorientasi pada kemenangan, tetapi menjadi sarana memperkuat toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Mimika.

Ketua FKUB Kabupaten Mimika, Dr Jeffrey Hutagalung, MPhil foto bersama dengan Juara Mini Soccer Kerukunan FKUB Cup I Tahun 20026 di Lapangan Fantastic Sport Complex di Jalan Cenderawasih, SP 2 Timika, Rabu malam (14/10/2026)(Salampapua.com/Sianturi) Ketua FKUB Kabupaten Mimika, Dr Jeffrey Hutagalung, MPhil foto bersama dengan Juara Mini Soccer Kerukunan FKUB Cup I Tahun 20026 di Lapangan Fantastic Sport Complex di Jalan Cenderawasih, SP 2 Timika, Rabu malam (14/10/2026)(Salampapua.com/Sianturi)

“Bukan siapa yang kalah dan menang, tetapi toleransi. Untuk membuat daerah ini toleran dan harmonis tidak mudah, seperti kita bermain bola,” katanya.

Jeffrey menjelaskan, kegiatan FKUB sebelumnya lebih banyak menempatkan isu keagamaan sebagai ruang untuk membangun kerukunan. Tahun ini, pesan tersebut dikembangkan melalui olahraga, seni, dan budaya agar menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat, termasuk generasi muda.

Ia mengajak seluruh peserta dan pendukung untuk menjaga kebersamaan selama kegiatan berlangsung. Menurutnya, olahraga menjadi salah satu cara sederhana untuk mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang dalam suasana yang positif.

Jeffrey juga menyampaikan terima kasih kepada para wasit, panitia, pengelola fasilitas olahraga, tenaga medis, tokoh agama, serta seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut. Ia berharap semangat kerukunan terus dibangun dari tingkat kampung hingga perkotaan.

“Harapan kita, kita membangun dari kampung ke kota,” katanya.

Dalam pertandingan utama atau babak final, Kortes FC berhasil membalikkan keadaan dan mengalahkan Victory 1 FC dengan skor 4-2. Victory 1 FC sempat unggul 2-0 pada menit ke-11 dan ke-12, sebelum Kortes FC memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2 pada menit ke-14.

Memasuki babak kedua, Kortes FC menyamakan kedudukan menjadi 2-2 pada menit ke-15, kemudian berbalik unggul 3-2 pada menit ke-25. Gol keempat pada menit ke-29 memastikan kemenangan Kortes FC sekaligus mengantarkan mereka menjadi juara.

Pada pertandingan perebutan posisi ketiga dan keempat, Amka FC menang telak 5-1 atas Karuna FC. Sementara itu, pertandingan ekshibisi yang melibatkan panitia, pengurus FKUB, dan perwakilan peserta berakhir imbang 3-3.

Dalam penyerahan hadiah secara simbolis, Kortes FC sebagai juara pertama menerima Rp10 juta, Victory 1 FC sebagai runner-up memperoleh Rp8 juta, Amka FC di posisi ketiga menerima Rp5 juta, dan Karuna FC di posisi keempat memperoleh Rp2,5 juta.

FKUB Mimika juga berencana melanjutkan kompetisi olahraga dengan format terbuka yang melibatkan masyarakat umum pada 2027. Kegiatan tersebut direncanakan berlangsung sekitar Februari atau Maret.

Sementara itu pada Jumat (16/10/2026) lusa juga akan digelar konser kerukunan yang akan menampilkan seni, budaya dari 5 agama yang ada di Kabupaten Mimika dan akan dipusatkan di Gedung Tongkonan, Jalan Sam Ratulangi Timika pada pukul 17.00 WIT. Konser ini juga akan menampilkan grup-grup band yang ada di Kabupaten Mimika.

Penulis/Editor: Sianturi