Dari Mimika Hingga Manokwari, 36 Band Siap Guncang Papua Reggae Festival XI Di Nabire Panitia Papua Reggae Festival (PRF) XI menggelar rapat persiapan pelaksanaan festival yang dijadwalkan berlangsung pada 16–17 Oktober 2026 di Bandara Lama Nabire, Papua Tengah (Salampapua.com/Dokumen Humas Panitia PRF XI)

Dari Mimika Hingga Manokwari, 36 Band Siap Guncang Papua Reggae Festival XI Di Nabire

SALAM PAPUA (NABIRE) – Sebanyak 36 grup band reggae dari berbagai daerah di Papua dipastikan meramaikan Papua Reggae Festival (PRF) XI yang akan digelar pada 16–17 Oktober 2026 di kawasan Bandara Lama Nabire, Provinsi Papua Tengah. Hingga Selasa (13/10/2026), progres persiapan festival tersebut dilaporkan telah mencapai 85 persen.

Pemantapan persiapan dibahas dalam rapat panitia yang berlangsung pada Senin (12/10/2026) pukul 19.00 WIT di Sekretariat PRF XI, Asrama Kangguru, Jalan Manado, Karang Mulia, Nabire.

Pertemuan tersebut bertujuan mengevaluasi perkembangan persiapan setiap koordinator sekaligus memperkuat koordinasi dan kerja sama antaranggota panitia menjelang pelaksanaan festival.

Ketua Panitia PRF XI, Ema Kristina Dogomo, S.H., sebelumnya telah mengajak seluruh anggota panitia menghadiri pertemuan untuk membahas berbagai kebutuhan dan kesiapan kegiatan. Dalam rapat tersebut, masing-masing koordinator melaporkan perkembangan persiapan sesuai tugas dan tanggung jawabnya.

Dengan progres yang telah mencapai 85 persen, panitia kini berfokus menyelesaikan berbagai kebutuhan yang masih tersisa agar festival dapat terlaksana sesuai jadwal.

Ema Kristina Dogomo menegaskan bahwa Papua Reggae Festival bukan sekadar kegiatan musik, tetapi juga menjadi wadah untuk mempererat persaudaraan, memperkuat persatuan, serta menyampaikan pesan perdamaian melalui musik reggae.

“Musik reggae bukan sekadar irama, tetapi suara persaudaraan, semangat persatuan, dan pesan perdamaian. Dari Nabire, Papua Tengah, kita satukan perbedaan dalam satu irama, satu semangat, dan satu tujuan. Mari menjaga budaya, merawat persaudaraan, serta menyuarakan kedamaian melalui musik reggae,” ujarnya.

Mengusung semangat “Satu Irama, Satu Persaudaraan, Satu Papua”, PRF XI diharapkan menjadi ruang perjumpaan bagi masyarakat dan pencinta musik reggae dari berbagai daerah untuk membangun kebersamaan serta menyuarakan perdamaian dari Papua Tengah.

Panitia telah menjadwalkan penampilan 36 grup band dalam dua hari pelaksanaan festival. Sebanyak 18 band akan tampil pada Jumat (16/10/2026), sedangkan 18 band lainnya dijadwalkan tampil pada Sabtu (17/10/2026).

Pada hari pertama, band yang dijadwalkan tampil yakni Koteka Band dan Yupiwo Band dari Deiyai; Black Curli Band, Rejape Band, dan One Heart Band dari Nabire; Tigi Peku Band dan Meeuwodide Band dari Deiyai; Pokol Nagal Band dari Mimika; Ponindi Band dari Nduga; Sunrize Band dari Intan Jaya; LMB Band dan LLB Band dari Paniai; Pikon Vibration Band dan Holim Bro’s Band dari Jayawijaya; Ulagai Band dari Puncak; KND Band dari Deiyai; Melanesia Beats dari Tolikara; serta Zagoo Rootzz dari Manokwari.

Sementara itu, pada hari kedua, penampilan akan diisi Makamo Band dari Dogiyai; Theibers Band dari Lanny Jaya; Gresia Reggae Band dan Amoye Band dari Nabire; Kindo Band dari Mapi; Dezig Roots dan Musom Dagwe Band dari Mamberamo dan Mamberamo Tengah; Apokona Band dari Mimika; Arafura Band dari Boven Digoel; Wone Roots Band dari Tolikara; Wiwa Band, Valey Roots, Buselek Band, dan Meyom One Band dari Jayawijaya; Barabib Band dari Pegunungan Bintang Baliem; Insos Ori Band dan De Sagoo Band dari Jayapura; serta Rasmel Band dari Yahukimo.

Panitia berharap seluruh koordinator dan anggota tetap menjaga kekompakan serta meningkatkan koordinasi hingga seluruh persiapan rampung. Dengan kehadiran puluhan grup musik dari berbagai daerah, PRF XI diharapkan menjadi momentum untuk merayakan persaudaraan, menjaga kebersamaan, dan menyampaikan pesan perdamaian melalui musik reggae.

Penulis: Elias

Editor: Sianturi