SALAM PAPUA (TIMIKA) – Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Mimika mendorong seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) mengelola dan mengunggah arsip pemerintahan secara mandiri melalui sistem digital berbasis SIKN/JIKN. Langkah ini sekaligus membuka akses bagi masyarakat terhadap arsip pemerintah yang bersifat terbuka.
Kepala Bidang Pembinaan dan Layanan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Mimika, P. Yandry I. Sedubun mengatakan, selain mengunggah arsip, admin OPD dituntut memahami proses pemilahan dokumen yang layak dipublikasikan kepada masyarakat.
Setiap arsip yang akan dipublikasikan terlebih dahulu diverifikasi oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah sebelum ditampilkan melalui jaringan informasi kearsipan.
Arsip terbuka yang dapat diunggah antara lain foto kegiatan pemerintahan, dokumentasi pembangunan, kebijakan pemerintah, hingga rekaman kepemimpinan daerah pada masa lalu.
“Misalnya foto-foto pemimpin pada waktu lampau ketika mereka menjabat. Itu menjadi arsip sejarah. Kemudian kebijakan-kebijakan pemerintah dan rekaman pembangunan di kabupaten ini juga bisa menjadi informasi yang nantinya kita publikasikan,” ujarnya, Jumat (2/10/2026).
Ia menjelaskan, pengelolaan arsip digital akan diperluas hingga tingkat distrik, terutama di wilayah pesisir. Menurut Yandry, arsip tercipta setiap hari di setiap unit pemerintahan sehingga perlu dikelola sejak awal.
“Kita berharap teman-teman di distrik juga memahami bahwa arsip itu tercipta setiap hari. Setelah mengikuti bimtek, mereka bisa melakukan tugas pengelolaan arsip dengan baik,” katanya.
Meski pengelolaan arsip digital terus diperkuat, Pemkab Mimika masih menghadapi keterbatasan fasilitas untuk penyimpanan arsip fisik. Hingga kini, belum tersedia depo arsip khusus untuk menyimpan dokumen permanen yang memiliki nilai sejarah.
“Arsip fisik selama ini masih kita simpan, tetapi kita belum memiliki depo arsip. Ke depan ini menjadi salah satu hal yang perlu kita pikirkan karena arsip yang memiliki nilai sejarah harus dijaga,” pungkas Yandry.
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah berharap peserta bimtek tidak hanya memahami aspek teknis, tetapi juga mampu menjalankan peran sebagai kontributor arsip di OPD masing-masing secara berkelanjutan.
Penulis: Evita
Editor: Sianturi