DPC HKTI Papua Tengah Resmi Dilantik, DPN Minta HKTI Bekerja Untuk  Sejahterakan Petani Foto bersama usai rangkaian pelantikan DPC HKTI Provinsi Papua Tengah, digelar di Hotel Cartensz, Jalan Budi Utomo, Kabupaten Mimika, Sabtu (3/10/2026) (salampapua.com/Acik)

DPC HKTI Papua Tengah Resmi Dilantik, DPN Minta HKTI Bekerja Untuk Sejahterakan Petani

SALAM PAPUA (TIMIKA) – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) untuk 8 Kabupaten di Provinsi Papua Tengah Periode 2026-2031 secara resmi dilantik. Acara pelantikan berlangsung khidmat di Hotel Cartensz, Jalan Budi Utomo, Kabupaten Mimika, Sabtu (3/10/2026).

Pelantikan dipimpin Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi serta Litbang dan Kajian Strategis Dewan Pimpinan Nasional (DPN) HKTI, Manimbang Kaharyadi.

Turut hadir dalam acara tersebut, jajaran pengurus DPN HKTI, antara lain Wasekjen Bidang Kelautan dan Perikanan Prasetya Adhi Patria, Sekretaris Bidang Hilirisasi Haja Eptati Komarudin, dan Ketua Koperasi Produsen DPN HKTI Diana Widiastuty.

Dari unsur pemerintah, acara ini dihadiri Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM Setda Pemkab Mimika, Fransiskus Bokeyau, serta puluhan perwakilan kelompok tani dan penyuluh pertanian.

Pantauan salampapua.com, prosesi pelantikan ditandai dengan penyebutan nama-nama pengurus DPC dari masing-masing kabupaten, pengucapan ikrar, serta penyerahan pataka (bendera) HKTI sebagai simbol estafet perjuangan.

Dalam sambutannya, Wakil Ketua Umum DPN HKTI, Manimbang Kaharyadi menegaskan bahwa pelantikan ini merupakan momentum penting untuk konsolidasi organisasi hingga ke tingkat kabupaten.

Ia menekankan bahwa HKTI harus kembali pada khittahnya untuk memperjuangkan kesejahteraan petani.

“Jangan sampai organisasi hanya sibuk dengan rapat dan kegiatan internal, tetapi melupakan kepentingan utama, yaitu meningkatkan kesejahteraan petani,” tegas Manimbang.

Ia meminta agar keberhasilan HKTI di Papua Tengah diukur dari indikator nyata di lapangan, seperti meningkatnya pendapatan dan nilai tukar petani, bertambahnya hasil produksi, serta terkendalinya biaya produksi.

"Saya minta seluruh pengurus HKTI di Papua Tengah mencurahkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk memajukan sektor pertanian. Harus bekerja nyata untuk petani," pesannya.

Manimbang juga mendorong pengurus untuk mengembangkan potensi unggulan daerah masing-masing melalui inovasi agar memiliki nilai tambah. Ia menjanjikan bahwa produk unggulan Papua Tengah akan dibawa ke forum-forum nasional HKTI agar dikenal luas di tingkat nasional.

Sementara itu, Staf Ahli Bupati Mimika, Fransiskus Bokeyau, menyampaikan bahwa sektor pertanian adalah pilar penting pembangunan daerah. Ia mengakui Papua Tengah memiliki potensi besar dari sisi geografis dan kearifan lokal, namun masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan infrastruktur, akses permodalan, dan teknologi.

Oleh karena itu, Fransiskus menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, HKTI, dan dunia usaha.

“HKTI memiliki peran strategis dalam memperjuangkan aspirasi petani dan membangun kemitraan produktif. Pelantikan ini bukan sekadar seremoni, tetapi awal tanggung jawab pengabdian,” ujar Fransiskus.

Ia juga menyoroti pentingnya regenerasi petani. Fransiskus mengajak pengurus HKTI untuk melibatkan generasi muda dengan memanfaatkan teknologi dan semangat kewirausahaan, sehingga pertanian dipandang sebagai bisnis yang menjanjikan. Ia juga berharap agar Orang Asli Papua (OAP) mendapatkan kesempatan luas dalam pengembangan usaha tani.

Sebagai dukungan konkret, dalam kegiatan tersebut diserahkan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) dari Kementerian Pertanian berupa enam unit hand tractor dan dua mesin reaper untuk mempermudah aktivitas petani di lapangan.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan sosialisasi program kepada anggota HKTI yang disampaikan oleh Wasekjen Bidang Kelautan dan Perikanan, Prasetya Adhi Patria.

Penulis: Acik

Editor: Jimmy