SALAM PAPUA (TIMIKA) – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Mimika terus menggaungkan pentingnya toleransi demi terciptanya kehidupan yang harmonis.
Ketua FKUB Mimika, Jeffrey Chris Hutagalung mengatakan bahwa nilai toleransi telah mengakar sejak zaman leluhur dan menjadi visi bersama dalam setiap kepemimpinan daerah di Mimika. Hal ini sejalan dengan moto "Mimika Rumah Kita" dan slogan "Eme Neme Yauware".
"Toleransi ini sudah ada sejak leluhur kita dan para pendiri daerah ini, makanya semangat ini harus terus kita kuatkan secara bersama-sama," ujar Jeffrey, Rabu (14/10/2026).
Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk secara aktif merawat kerukunan antarumat beragama, suku, dan ras di Bumi Amungme dan Kamoro.
Sebagai bukti nyata harmoni tersebut, Jeffrey mencontohkan tradisi saling menjaga yang kerap terjadi saat perayaan hari besar keagamaan.
Saat perayaan Idul Fitri, misalnya, banyak pemuda dari kalangan Kristen, Katolik, Protestan, Hindu, dan Buddha turut serta menjaga keamanan dan mengatur lalu lintas di sekitar masjid.
Sebaliknya, saat perayaan Natal, Paskah, Waisak, dan Imlek, pemuda Muslim dan remaja masjid aktif terlibat dalam pengamanan. Kerukunan ini juga terlihat dalam berbagai kegiatan peguyunan yang melibatkan partisipasi aktif dari berbagai suku.
"Itu contoh toleransi yang harus kita pelihara sampai kapanpun. Mari seluruh masyarakat Mimika dukung kami," katanya.
Saat ini, FKUB sedang menggelar ajang Mini Soccer FKUB Cup sebagai sarana mempererat tali persaudaraan antarumat beragama. Ke depannya, FKUB akan memberikan dukungan penuh kepada Kabupaten Mimika yang dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan Konferensi Kota Toleransi (KKT) ke-2 se-Indonesia, yang dijadwalkan berlangsung pada 14-17 November 2026 mendatang.
"Kami siap dukung pelaksanaan KKT yang akan dilaksanakan 14-17 November di Mimika. Kita sebagai tuan rumah, berarti kita semua harus mendukung," tegasnya.
Selain turnamen sepak bola, rangkaian kegiatan toleransi juga akan berlanjut pada 16 Oktober 2026 dengan pelaksanaan konser musik kalangan muda dan parade tarian budaya di Gedung Tongkonan. Kegiatan ini akan melibatkan seluruh pemuka agama, tokoh masyarakat, dan pemuda.
Mengakhiri penyampaiannya, Jeffrey kembali mengajak seluruh masyarakat Mimika untuk bersama-sama menjaga daerah ini agar terus berkarya dalam satu rumah yang sama, yakni "Mimika Rumah Kita" yang penuh kerukunan dan kedamaian.
"Sampai hari ini kita sudah membangun toleransi seiring perkembangan kemajuan pembangunan dan pertumbuhan manusia," pungkasnya.
Penulis: Acik
Editor: Jimmy