Jembatan Merah Putih Ugimba Diresmikan, TNI Dan Masyarakat Buka Jalan Kehidupan Baru Di Intan Jaya Para personel Koops TNI Habema bersama masyarakat di Jembatan Merah Putih di Distrik Ugimba, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah usai peresmian, Selasa (12/10/2026)(Salampapua.com/Dokumen Koops TNI Habema)

Jembatan Merah Putih Ugimba Diresmikan, TNI Dan Masyarakat Buka Jalan Kehidupan Baru Di Intan Jaya

SALAM PAPUA (INTAN JAYA) – Harapan baru tumbuh di Distrik Ugimba, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Jembatan Merah Putih Ugimba resmi digunakan setelah diresmikan oleh Kaskogabwilhan III, Marsda TNI Ir. Joko Sugeng Sriyanto, mewakili Pangkogabwilhan III, Letjen TNI Lucky Avianto, S.I.P., M.Si., yang sedianya hadir langsung, namun harus melaksanakan tugas negara di Jakarta.

Jembatan tersebut dibangun melalui kerja sama prajurit TNI, Vertical Rescue Indonesia dan masyarakat setempat sebagai bagian dari upaya membuka keterisolasian wilayah serta mempermudah mobilitas warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Bagi masyarakat Ugimba, kehadiran jembatan ini bukan sekadar penghubung dua sisi sungai. Jembatan tersebut diharapkan membuka akses yang lebih baik menuju kebun, sekolah, pelayanan kesehatan, tempat ibadah, serta memperlancar kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat.

Kaskogabwilhan III, Marsda TNI Ir. Joko Sugeng Sriyanto, mewakili Pangkogabwilhan III, Letjen TNI Lucky Avianto, S.I.P., M.S di Distrik Ugimba, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Selasa (12/10/2026)(Salampapua.com/Dokumen Koops TNI Habema) Kaskogabwilhan III, Marsda TNI Ir. Joko Sugeng Sriyanto, mewakili Pangkogabwilhan III, Letjen TNI Lucky Avianto, S.I.P., M.S di Distrik Ugimba, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Selasa (12/10/2026)(Salampapua.com/Dokumen Koops TNI Habema)

Pembangunan Jembatan Merah Putih Ugimba mendapat dukungan dari Pangkogabwilhan III dan Koops TNI Habema, serta melibatkan kebersamaan pemerintah daerah, Vertical Rescue Indonesia dan masyarakat. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memastikan kondisi keamanan yang semakin baik dapat diikuti dengan pembangunan dan kehidupan masyarakat yang semakin normal.

Pangkoops TNI Habema, Brigjen TNI Riyanto, S.I.P., M.M., M.T., menyampaikan bahwa pembangunan jembatan merupakan contoh nyata bagaimana keamanan harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

"Jangan hanya melihat jembatannya, tetapi lihat kehidupan yang akan melewatinya. Anak-anak menuju sekolah, mama-mama menuju kebun, masyarakat menuju pelayanan kesehatan dan tempat ibadah. Yang kita bangun bukan hanya jembatan, tetapi juga kesempatan dan harapan bagi masa depan masyarakat Ugimba," ujar Brigjen TNI Riyanto.

Menurut Pangkoops, pembangunan tersebut juga menunjukkan pentingnya sinergi TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun kembali kehidupan kampung. Masyarakat harus menjadi bagian utama dari pembangunan agar manfaatnya dapat dirasakan dan dijaga secara berkelanjutan.

"Keamanan membuka ruang, pembangunan menghubungkan kehidupan, dan masyarakatlah yang menghidupkan kampungnya. Ketika masyarakat dapat bekerja, anak-anak bersekolah, gereja dan adat berjalan, serta keluarga hidup dengan tenang, di situlah Papua yang damai mulai menjadi kenyataan," tambahnya.

Koops TNI Habema menyampaikan apresiasi kepada seluruh prajurit, pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, masyarakat, dan berbagai pihak yang telah memberikan dukungan hingga pembangunan jembatan tersebut dapat diselesaikan.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Presiden Republik Indonesia, Panglima TNI, Kepala Staf Angkatan Darat, orang orang baik serta seluruh pihak yang telah memberikan perhatian dan dukungan terhadap pembangunan Jembatan Merah Putih Ugimba.

Jembatan Merah Putih Ugimba menjadi simbol bahwa kedamaian tidak cukup hanya diwujudkan melalui keamanan, tetapi harus dirasakan melalui terbukanya akses, berjalannya pelayanan, tumbuhnya kehidupan masyarakat, dan semakin besarnya harapan anak-anak Papua terhadap masa depan. (Sumber: Penerangan Koops TNI Habema)

Editor: Sianturi