Kapolda Papua Tengah Instruksikan Jajaran Wujudkan Nyata Gagasan “Polisi Bersama Masyarakat” Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol Jermias Rontoni didamping Wakapolda Papua Tengah,Kombes Pol. Dr. Gustav R. Urbinas saat melakukan pertemuan bersama jajarannya, Senin (5/10/2026)(Salampapua.com/Humas Polda Papua Tengah)

Kapolda Papua Tengah Instruksikan Jajaran Wujudkan Nyata Gagasan “Polisi Bersama Masyarakat”

SALAM PAPUA (TIMIKA) – Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol Jermias Rontini menginstruksikan seluruh jajaran kepolisian di wilayahnya untuk mengimplementasikan secara nyata gagasan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto tentang “Polisi Bersama Masyarakat” dalam setiap pelaksanaan tugas di lapangan.

Rontini menegaskan bahwa gagasan tersebut tidak boleh berhenti sebagai slogan atau sebatas pernyataan di atas kertas. Menurutnya, semangat kebersamaan antara polisi dan masyarakat harus benar-benar diwujudkan melalui tindakan nyata, terutama dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan prima kepada masyarakat.

“Visi ini bukan hanya slogan. Ini harus menjadi semangat dan pedoman bagi setiap anggota Polri dalam melaksanakan tugas. Polisi harus hadir bersama masyarakat, mendengar masyarakat, dan bekerja untuk masyarakat,” tegas Rontini di Nabire, Senin (5/10/2026).

Ia meminta seluruh personel Polda Papua Tengah, hingga jajaran Polres dan Polsek, untuk membangun hubungan yang semakin dekat dengan warga. Kehadiran polisi, kata dia, tidak hanya dibutuhkan ketika terjadi gangguan keamanan, tetapi juga harus terasa dalam kehidupan sosial masyarakat sehari-hari.

Rontini menekankan agar setiap personel mampu menjadi sahabat masyarakat. Oleh karena itu, pendekatan yang humanis, komunikatif, responsif, dan tanpa sekat jarak sangat dituntut dalam setiap interaksi.

“Jadilah polisi yang bisa menjadi sahabat masyarakat. Bangun komunikasi, dengarkan keluhan masyarakat, dan hadir ketika masyarakat membutuhkan. Jangan sampai masyarakat merasa takut untuk datang kepada polisi,” ujarnya.

Mengingat Papua Tengah memiliki wilayah yang luas dengan kondisi geografis yang tidak mudah, termasuk daerah-daerah yang sulit dijangkau, polisi dihadapkan pada berbagai persoalan kompleks. Mulai dari gangguan keamanan, konflik sosial, kebutuhan pelayanan masyarakat, hingga tantangan membangun kepercayaan publik.

“Dengan tantangan tugas di Papua Tengah yang tidak ringan, saya mengharapkan seluruh personel mampu menunjukkan bahwa Polri benar-benar hadir di tengah masyarakat. Kita tidak bisa bekerja sendiri. Kita membutuhkan masyarakat sebagai mitra dalam menjaga keamanan,” kata Rontini.

Selain itu, ia juga meminta jajarannya untuk tidak hanya berorientasi pada penindakan hukum (represif), tetapi juga memperkuat upaya pencegahan (preventif) melalui komunikasi dan pendekatan persuasif kepada masyarakat. Banyak persoalan keamanan, menurutnya, dapat dicegah apabila polisi mampu membangun komunikasi yang baik sejak awal dan memahami dinamika yang berkembang di tengah masyarakat.

“Keamanan bukan hanya tanggung jawab polisi. Keamanan adalah tanggung jawab kita bersama. Karena itu, polisi harus berjalan bersama masyarakat,” tegasnya.

Rontini berharap implementasi “Polisi Bersama Masyarakat” dapat semakin memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi Polri di Papua Tengah. Ia meminta setiap anggota menjadikan kehadiran di tengah masyarakat sebagai bagian dari pengabdian tulus, bukan sekadar rutinitas tugas belaka.

“Lindungi, ayomi, dan layani masyarakat dengan hati. Hadirkan Polri yang dekat, humanis, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya.

Penulis: Acik

Editor: Sianturi