SALAM PAPUA (TIMIKA) - Masyarakat Kampung Aroanop, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, saat ini menghadapi krisis air bersih yang semakin mengkhawatirkan. Sejumlah sumber air yang selama ini menjadi penopang kehidupan warga, mulai dari mata air hingga sungai-sungai besar, dilaporkan mengalami kekeringan.
Kondisi tersebut diduga dipicu oleh dampak musim kemarau panjang dan fenomena El NiƱo yang berkepanjangan di wilayah pedalaman Papua Tengah.
Menanggapi situasi tersebut, Anggota DPRK Mimika dari Fraksi PDI Perjuangan, Sasiel Abugau, menyampaikan langsung kondisi dari Kampung Aroanop, dan mendesak Pemerintah Kabupaten Mimika, Pemerintah Provinsi Papua Tengah, instansi terkait, serta PT Freeport Indonesia (PTFI) untuk segera mengambil langkah darurat guna membantu masyarakat yang saat ini kesulitan mendapatkan air bersih.
Menurut Sasiel Abugau, krisis yang sedang dialami masyarakat bukan sekadar persoalan kenyamanan, melainkan telah menyentuh kebutuhan dasar yang sangat menentukan kesehatan dan keselamatan warga.
"Air adalah kebutuhan pokok yang tidak bisa ditunda. Ketika mata air dan sungai mulai mengering, masyarakat mengalami kesulitan untuk mendapatkan air minum, memasak, menjaga kebersihan, dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Karena itu, kami meminta perhatian serius dan tindakan cepat dari pemerintah serta PTFI," ujarnya kepada salampapua.com, Kamis (29/10/2026).
Ia menegaskan bahwa bantuan darurat harus segera disalurkan sebelum kondisi masyarakat semakin memburuk. Selain pengiriman air bersih, pemerintah dan pihak terkait juga diminta turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi yang sebenarnya terjadi di Kampung Aroanop.
Adapun beberapa langkah darurat yang dinilai mendesak untuk dilakukan antara lain penyaluran air bersih kepada warga terdampak, pengiriman tangki atau wadah penampungan air, pemeriksaan sumber-sumber air yang mengalami kekeringan, serta penyediaan akses air bersih sementara yang sesuai dengan kondisi geografis wilayah Aroanop.
Selain itu, Sasiel menekankan pentingnya koordinasi cepat antara pemerintah daerah, PTFI, aparat kampung, dan masyarakat agar bantuan dapat tepat sasaran dan menjangkau seluruh warga yang membutuhkan.
"Kondisi geografis pedalaman memang menjadi tantangan, tetapi hal itu tidak boleh menjadi alasan untuk menunda penanganan. Justru dalam situasi seperti ini semua pihak harus bekerja sama mencari solusi terbaik agar masyarakat tetap mendapatkan hak dasarnya atas air bersih," katanya.
Lebih lanjut, ia juga meminta agar penanganan tidak berhenti pada bantuan darurat semata. Pemerintah dan PTFI diharapkan mulai menyusun langkah-langkah pemulihan jangka panjang, termasuk pembangunan dan penguatan sarana air bersih yang berkelanjutan sehingga masyarakat lebih siap menghadapi musim kemarau maupun perubahan iklim di masa mendatang.
Masyarakat Kampung Aroanop berharap seruan yang disampaikan ini tidak hanya menjadi perhatian di atas kertas atau sebatas pemberitaan, melainkan segera diikuti dengan aksi nyata di lapangan.
Warga menilai penanganan cepat sangat penting mengingat air bersih merupakan kebutuhan utama yang menentukan kesehatan, keselamatan, dan kelangsungan hidup masyarakat.
"Kami meminta pemerintah dan PTFI untuk tidak menunggu sampai keadaan semakin parah. Masyarakat membutuhkan air bersih sekarang. Kehadiran langsung dan bantuan nyata adalah harapan kami saat ini," tegasnya.
Penulis: Evita
Editor: Jimmy