OTK Bersenjata Parang Dan Pisau Serang Pasutri Di Paniai, Polisi Gencar Buru Pelaku Korban mendapat penanganan medis setelah diserang OTK menggunakan senjata tajam di Paniai, Senin (5/10/2026)(Salampapua.com/Humas Polda Papua Tengah)

OTK Bersenjata Parang Dan Pisau Serang Pasutri Di Paniai, Polisi Gencar Buru Pelaku

SALAM PAPUA (TIMIKA) – Orang tak dikenal (OTK) bersenjatakan parang dan pisau menyerang pasangan suami istri (pasutri) di sekitar kios milik mereka di Kampung Aikai, Distrik Paniai Timur (Pantim), Kabupaten Paniai, Papua Tengah, Senin (5/10/2026).

Korban dalam kejadian tersebut adalah Abdul Hamirulah (41) dan istrinya, Firdausya (36). Keduanya mengalami luka akibat serangan senjata tajam yang dilakukan secara tiba-tiba.

Kapolres Paniai AKBP Roycke H. F. Betaubun menjelaskan, kejadian bermula saat anak pasangan tersebut sedang melayani pembeli di kios. Tiba-tiba, dua orang pelaku mendatangi lokasi dan mengancam anak korban menggunakan senjata tajam.

Mendengar ancaman tersebut, Abdul dan Firdausya keluar dari kios untuk memastikan kondisi anak mereka. Namun, keduanya justru menjadi sasaran serangan para pelaku.

"Pelaku langsung menyerang kedua korban. Abdul Hamirulah diserang menggunakan parang hingga mengalami luka bacok di bagian punggung belakang sebelah kiri atas. Sementara Firdausya diserang menggunakan pisau," ujar Roycke kepada wartawan, Senin (5/10/2026).

Melihat aksi tersebut, saksi dan kedua korban berteriak meminta pertolongan. Teriakan itu kemudian memancing warga sekitar berdatangan ke lokasi. Kedua pelaku yang panik langsung melarikan diri.

Akibat serangan tersebut, Abdul mengalami luka bacok sepanjang sekitar 10 sentimeter di punggung belakang sebelah kiri atas serta luka sayatan di pergelangan tangan kiri. Sementara Firdausya mengalami luka bacok sepanjang sekitar 7 sentimeter di lengan kanan bagian atas.

"Kedua korban sudah mendapatkan pertolongan medis, yang dibantu dari rekan-rekan TNI Pos Satgas Pamtas Kewilayahan 405/RK, yang berada dekat dari lokasi kejadian," tambahnya.

Usai menerima laporan, personel Polres Paniai langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi juga mengamankan rekaman CCTV dan meminta keterangan sejumlah saksi sebagai bahan penyelidikan.

"Tim Reskrim masih mendalami identitas dan motif para pelaku. Kami juga terus melakukan penyelidikan untuk mengetahui keberadaan mereka," jelas Roycke.

Kapolres Paniai menegaskan, pihaknya akan terus memburu para pelaku dan memastikan kasus tersebut diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

"Kami tidak akan tinggal diam. Setiap tindakan kekerasan yang meresahkan dan membahayakan masyarakat akan kami tindak tegas sesuai hukum," tegasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi melakukan tindakan main hakim sendiri. Warga diminta segera memberikan informasi kepada kepolisian apabila mengetahui identitas maupun keberadaan para pelaku.

Penulis: Acik

Editor: Sianturi