SALAM PAPUA (TIMIKA) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika membentuk Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis (TP2TB) sebagai langkah memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menekan kasus tuberkulosis (TBC) dan mendukung target eliminasi TBC pada 2030.
Pembentukan TP2TB yang diinisiasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Mimika tersebut berlangsung di Hotel Grand Tembaga, Selasa (13/10/2026), dengan mengusung tema “Penguatan Kolaborasi Lintas Sektor untuk Percepatan Penanggulangan dan Eliminasi Tuberkulosis di Kabupaten Mimika”.
Kegiatan dibuka oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Mimika, Ananias Faot, yang membacakan sambutan Bupati Mimika, Johannes Rettob.
Dalam sambutan tersebut, Bupati menegaskan bahwa penanggulangan TBC membutuhkan komitmen nyata dari seluruh pemangku kepentingan, bukan sekadar pembentukan tim secara administratif.
“Biasanya kita membentuk tim, tetapi kemudian hanya di atas kertas dan tidak pernah diterapkan. Karena itu, pembentukan tim ini harus diikuti dengan pelaksanaan yang nyata,” ujarnya.
Ia berharap TP2TB menjadi wadah koordinasi lintas sektor yang mampu mempercepat penanganan TBC di Mimika. Selain keterlibatan organisasi perangkat daerah (OPD), partisipasi tokoh masyarakat juga dinilai penting untuk mendukung pelaksanaan program hingga ke tingkat kampung dan kelurahan.
Ananias juga menekankan perlunya kesamaan persepsi di antara seluruh pihak, terutama terkait pembiayaan, penganggaran, serta pembagian tugas dan tanggung jawab agar program penanggulangan TBC dapat berjalan efektif.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2) Dinas Kesehatan Mimika, Linus Dumatubun, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan membangun komitmen bersama dalam mempercepat penanggulangan TBC melalui kerja sama lintas sektor.
“Melalui TP2TB, kami harapkan dapat menyepakati struktur keanggotaan, tugas dan fungsi tim, mekanisme kerja, serta menyelaraskan program penanggulangan TBC dengan perencanaan masing-masing instansi,” pungkasnya.
Sebagai bentuk komitmen bersama, kegiatan tersebut ditutup dengan penandatanganan kesepakatan oleh para pihak yang terlibat.
Pemkab Mimika berharap TP2TB tidak hanya menjadi forum koordinasi, tetapi juga mampu mendorong pelaksanaan program yang terukur, mulai dari penemuan kasus, pemeriksaan dan pengobatan pasien, hingga pendampingan untuk memastikan pasien menyelesaikan pengobatan.
Melalui penguatan kolaborasi tersebut, Pemkab Mimika menargetkan upaya penanggulangan TBC berjalan lebih terpadu guna mendukung pencapaian eliminasi TBC pada 2030.
Penulis: Evita
Editor: Sianturi