SALAM PAPUA (TIMIKA) – Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, mengajak jemaat Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) menjaga persatuan dan mencegah perpecahan di lingkungan gereja maupun masyarakat. Ia juga mengingatkan generasi muda agar menjauhi minuman beralkohol dan menghentikan pertikaian antarsuku.
Pesan tersebut disampaikan Deinas saat membuka Konferensi II GKII Wilayah II Papua Tengah sekaligus meresmikan Gedung Graha Sinode GKII Wilayah II Papua Tengah di Kabupaten Mimika, Selasa (13/10/2026). Kegiatan yang berlangsung selama empat hari itu turut dihadiri Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong.
Dalam rilis yang diterima Salampapua.com, Rabu (14/10/2026), Deinas menegaskan bahwa perbedaan organisasi gereja tidak boleh menjadi alasan bagi jemaat untuk terpecah belah. Menurutnya, kehadiran daerah otonomi baru (DOB) Papua Tengah harus menjadi momentum memperkuat persatuan.
“Gereja adalah nama organisasi, tetapi manusianya tidak boleh terpecah belah. Kini dengan hadirnya DOB Papua Tengah, kita harus menjaga keutuhan yang ada, jangan ada lagi perpecahan baru,” tegasnya.
Deinas juga menyoroti peran pemuda sebagai generasi penerus Papua Tengah. Ia mengajak generasi muda GKII bersatu membesarkan gereja, menjauhi kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol, serta menghentikan pertikaian antarsuku.
Selain itu, ia mengingatkan ancaman HIV/AIDS terhadap keberlangsungan generasi Papua dan pentingnya upaya bersama untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut.
“Jika kita tidak menghentikan minuman beralkohol, perang, dan penyakit, 50 tahun ke depan generasi Papua Tengah bisa terancam punah,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, menyampaikan selamat atas peresmian Gedung Graha Sinode GKII Wilayah II Papua Tengah. Ia berharap gedung tersebut dapat dimanfaatkan sebagai pusat pelayanan, pembinaan iman, dan penguatan kehidupan bergereja.
Emanuel menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Mimika mendukung peran lembaga keagamaan dalam menjaga kerukunan dan memperkuat toleransi di tengah keberagaman masyarakat.
“Pemkab Mimika akan mendukung GKII dan seluruh lembaga keagamaan lainnya untuk mewujudkan Mimika yang rukun, damai, dan saling menghormati dalam bingkai toleransi,” ungkapnya.
Pembukaan konferensi dan peresmian gedung tersebut diharapkan memperkuat sinergi antara pemerintah dan gereja dalam membangun persaudaraan, menjaga kerukunan antarumat beragama, serta membina generasi muda Papua Tengah.
Penulis: Evita
Editor: Sianturi