Sempat Memanas Dan Saling Serang, Bentrok Warga Tipuka Dan Ayuka Berakhir Damai Situasi saat ketegangan terjadi antara masyarakat Kampung Tipuka dan Kampung Ayuka berlangsung, Mimika Timur pada Rabu (7/10/2026)(Salampapua.com/Dokumen Warga)

Sempat Memanas Dan Saling Serang, Bentrok Warga Tipuka Dan Ayuka Berakhir Damai

SALAM PAPUA (TIMIKA) – Aksi saling serang antara masyarakat Kampung Tipuka dan Kampung Ayuka, Distrik Mimika Timur, sempat memanas pada Rabu (7/10/2026). Bentrokan yang melibatkan massa dari kedua kampung itu akhirnya dapat diredam setelah personel gabungan Polres Mimika dan Brimob turun mengamankan lokasi.

Kapolsek Mimika Timur, Iptu Alex Soumilena, menjelaskan insiden tersebut berawal dari rencana mediasi terkait perselisihan antar pemuda dari kedua kampung. Namun, ketidakhadiran pihak Kampung Tipuka hingga waktu yang ditentukan memicu emosi massa dari Kampung Ayuka.

Massa dari kedua kelompok kemudian saling melempar batu dan menggunakan katapel. Beberapa di antaranya juga membawa senjata tajam berupa parang dan tombak. Bentrokan berlangsung dari depan Polsek Mimika Timur hingga ke arah Puskesmas Mapurujaya.

“Situasi sempat sulit dikendalikan oleh personel piket Polsek karena jumlah massa yang besar, makanya kami minta bantuan kekuatan dari Polres Mimika dan Brimob Yon B Timika,” ujar Alex.

Kabag Ops Polres Mimika, AKP Yulius Harikatang, bersama Kasat Samapta dan personel Brimob kemudian turun mengamankan lokasi serta memisahkan kedua kelompok yang terlibat bentrokan.

Dalam insiden tersebut, beberapa warga dari kedua pihak mengalami luka-luka. Dari Kampung Ayuka, Bernadus Mifaro mengalami luka sayat pada tangan kiri dan mendapat empat jahitan, sedangkan Romanus Teanepa mengalami memar pada bagian punggung.

Sementara dari Kampung Tipuka, Yakob Atame mengalami luka robek pada bagian belakang kepala dan mendapat enam jahitan akibat pengeroyokan sebelumnya. Beberapa warga lainnya juga dilaporkan mengalami luka ringan.

Alex menjelaskan, rangkaian perselisihan tersebut bermula dari aksi saling serang di depan SMKN 2 Mimika pada Senin (5/10/2026) yang melibatkan seorang pelajar dari Kampung Ayuka dan Kampung Tipuka.

Aksi tersebut kemudian berlanjut pada Selasa (6/10/2026) dini hari. Tiga warga Kampung Ayuka diduga dianiaya dan dihadang oleh oknum warga Kampung Tipuka di depan Gereja Santa Maria hingga mengalami luka-luka.

Perselisihan kembali berlanjut dengan aksi saling serang menggunakan batu, kayu, serta senjata tajam berupa parang hingga Rabu (7/10/2026) sore.

Menyusul insiden tersebut, Kapolsek Mimika Timur memfasilitasi pertemuan antara kepala kampung, Bamuskam, dan tokoh masyarakat dari kedua kampung.

Dalam pertemuan yang berlangsung hingga sore hari itu, kedua pihak sepakat menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan. Kedua belah pihak juga menandatangani surat pernyataan bersama untuk tidak melakukan tindakan main hakim sendiri dan menyerahkan proses hukum kepada kepolisian apabila diperlukan.

“Kedua kepala kampung sepakat menjaga kondusivitas karena mereka masih memiliki ikatan keluarga. Pukul 17.42 WIT, warga Kampung Ayuka kami kawal pulang ke kampung dengan aman oleh personel gabungan,” pungkas Alex, Kamis (8/10/2026).

Hingga malam hari, situasi di Distrik Mimika Timur dilaporkan aman dan terkendali. Meski demikian, kepolisian tetap melakukan patroli untuk mengantisipasi kemungkinan aksi balasan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Kami sudah minta supaya masing-masing kepala kampung dan tokoh-tokoh harus merangkul masyarakatnya supaya kericuhan tidak berlanjut. Anggota kami juga tetap siaga,” ujarnya.

Penulis: Acik

Editor: Sianturi