SALAM PAPUA (TIMIKA) – SSB Mimika United berhasil mengharumkan nama Provinsi Papua Tengah dan Kabupaten Mimika setelah meraih posisi runner-up pada Putaran Nasional Piala Soeratin U-17 Zona 8 yang berlangsung di Stadion Lukas Enembe, Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, 3–7 Oktober 2026.
Dalam kompetisi tersebut, SSB Mimika United mengoleksi 4 poin dari tiga pertandingan. Sementara posisi juara grup diraih Bintang Timur Arfak dengan 9 poin sekaligus berhak melaju ke babak 8 besar tingkat nasional.
Pelatih Kepala SSB Mimika United, Doyo Widodo, saat dihubungi SalamPapua.com melalui sambungan telepon, Kamis (8/10/2026), mengaku bangga atas perjuangan para pemainnya.
Menurut Doyo, capaian tersebut menjadi kebanggaan sekaligus pengalaman berharga bagi para pemain muda untuk menambah jam terbang di level kompetisi nasional.
“Di Zona 8, Bintang Timur Arfak yang masuk ke babak 8 besar Soeratin Cup U-17 di tingkat nasional, karena yang diambil hanya juara grup saja. Sementara kami dari Mimika United meraih runner-up dengan hasil 4 poin,” ujar Doyo.
Ia merinci perjalanan Mimika United selama turnamen. Pada pertandingan pertama, 3 Oktober 2026, Mimika United bermain imbang dan mengamankan 1 poin.
Kemudian pada pertandingan 5 Oktober 2026, Mimika United mengalami kekalahan sehingga tidak memperoleh tambahan poin. Namun, tim bangkit pada laga terakhir, 7 Oktober 2026, dengan meraih kemenangan dan tambahan 3 poin yang memastikan mereka finis sebagai runner-up.
Doyo menilai kompetisi seperti Piala Soeratin sangat penting bagi perkembangan pemain muda karena menjadi salah satu kesempatan untuk mengukur kemampuan mereka di tingkat yang lebih tinggi.
Karena itu, ia berharap dukungan dari seluruh pemangku kepentingan, khususnya Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Mimika, untuk konsisten menggelar kompetisi usia pembinaan di Mimika.
“Selain di SSB Mimika United, banyak pemain usia binaan di klub lainnya yang sangat luar biasa dan bisa mengharumkan nama Mimika hingga ke tingkat zona nasional. Namun, semua itu bisa terwujud dengan dukungan pemerintah melalui penyelenggaraan event yang intens,” ujarnya.
Doyo juga menyoroti ajang Piala Soeratin sebagai momentum penting bagi pemain muda karena kemampuan mereka dapat dipantau oleh pencari bakat sepak bola.
Menurutnya, pemerintah perlu memberikan ruang dan memfasilitasi lebih banyak kompetisi agar potensi pemain muda Mimika dapat terjaring dan berkembang hingga ke tingkat nasional.
“Masuk sebagai runner-up ini, SSB Mimika United bergerak secara mandiri tanpa adanya bantuan dari pihak lain. Namun, kami mampu menunjukkan kemampuan dan lolos ke posisi runner-up,” tegasnya.
Penulis: Acik
Editor: Sianturi