Rapor Papua Tengah 2025: Keuangan Sehat, Program Nyata, Saatnya Melaju (Karikatur: salampapua.com)

Rapor Papua Tengah 2025: Keuangan Sehat, Program Nyata, Saatnya Melaju

SALAM PAPUA (EDITORIAL) – Sebagai daerah otonomi baru (DOB) dan tata kelola pemerintahan yang masih muda (baru menjalani tahun kedua operasional), Provinsi Papua Tengah mendapat Opini Wajar dari BPK RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) TA 2025 adalah pencapaian besar yang patut diberi apresiasi.

Ini membuktikan bahwa sistem pengelolaan keuangan daerah telah dibangun dengan dasar yang kuat, tertib, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 yang disampaikan Gubernur Meki Fritz Nawipa ke DPRP Papua Tengah telah diperiksa dan diverifikasi oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas LKPD TA 2025 diserahkan secara resmi dalam Rapat Paripurna DPRP Papua Tengah, pada Jumat (19/6/2026) lalu. Seluruh angka dan data yang disampaikan telah diaudit secara independen, objektif, dan profesional oleh Direktorat Jenderal Pemeriksaan Keuangan Negara (PKN) IV BPK RI.

Berdasarkan hasil pemeriksaan menyeluruh, BPK RI memberikan opini bahwa laporan keuangan Pemerintah Provinsi Papua Tengah TA 2025 telah disajikan secara wajar dalam semua hal yang material. Laporan keuangan dinilai telah disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan, mencerminkan realitas keuangan yang sesungguhnya, serta patuh terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Dirjen PKN IV BPK RI, Dr. Laode Nusriadi, pada saat Rapat Paripurna DPRP Papua Tengah tersebut, menegaskan bahwa pemeriksaan dilakukan secara independen, objektif, dan profesional guna memberikan keyakinan memadai terhadap kualitas pengelolaan keuangan daerah.

Laporan keuangan dinilai telah menggambarkan dengan tepat posisi keuangan, realisasi anggaran, arus kas, dan perubahan ekuitas Pemprov Papua Tengah per 31 Desember 2025.

BPK juga mencatat adanya peningkatan kualitas penyusunan laporan keuangan dibandingkan tahun sebelumnya, menunjukkan komitmen berkelanjutan Pemprov Papua Tengah dalam memperbaiki tata kelola keuangan daerah. Seluruh catatan dan rekomendasi yang disampaikan BPK telah diterima secara terbuka dan Pemerintah Provinsi berkomitmen untuk menindaklanjutinya sebagai bagian dari upaya perbaikan berkesinambungan.

Pengelolaan Keuangan yang Sehat Dan Transparan

Berdasarkan hasil pemeriksaan BPK RI atas LKPD Papua Tengah TA 2025 tersebut, diperoleh gambaran pengelolaan keuangan yang sehat dan transparan:

  • Realisasi pendapatan daerah mencapai Rp 4,126 Triliun atau 101,46 persen dari target.
  • Pendapatan Asli Daerah (PAD) melampaui sasaran sebesar 114,50%, atau senilai Rp 601,70 Miliar.
  • Pelaksanaan APBD 2025 menghasilkan surplus anggaran sebesar Rp 345,19 Miliar.
  • Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) tercatat Rp 1,429 Triliun, siap digunakan untuk pembangunan tahun berikutnya.

Dana Hibah 2025: Disalurkan Tepat Sasaran, Memberi Manfaat Nyata

Sepanjang 2025, Pemprov Papua Tengah menyalurkan dana hibah secara terarah kepada lembaga kemasyarakatan, organisasi keagamaan, dan lembaga pendidikan yang bergerak langsung melayani kepentingan rakyat.

Penyaluran dilakukan melalui verifikasi ketat dan mekanisme pendampingan, sehingga setiap rupiah tersalurkan menjadi kontrak moral untuk kemanfaatan bersama.

Dana hibah yang disalurkan telah mewujudkan berbagai karya nyata, yakni:

  • Dukungan Pendidikan Asrama: Membiayai pengelolaan dan operasional asrama berbasis keagamaan dan daerah terluar, terdapat 903 siswa dari wilayah terpencil menempuh pendidikan dengan layanan layak.
  • Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA): Disalurkan langsung ke sekolah-sekolah negeri dan swasta, membantu operasional harian serta pemberian insentif bagi tenaga pendidik.
  • Dukungan Lembaga Keagamaan dan Kemasyarakatan: Memperkuat peran lembaga yang menjadi tiang kehidupan sosial di kampung-kampung, mulai dari pembangunan sarana ibadah, kegiatan keagamaan, hingga penguatan nilai-nilai budaya Orang Asli Papua.
  • Penguatan Ekonomi dan Ketahanan Pangan: Bantuan alat produksi, bibit unggul, dan sarana pertanian disalurkan melalui kelompok masyarakat guna mendorong kemandirian pangan.
  • Pemberdayaan Organisasi Masyarakat dan Pemuda: Mendukung kegiatan sosial, olahraga, pengembangan bakat, serta pembinaan generasi muda agar tumbuh sehat, cerdas, dan berkarakter.

Seluruh dana hibah disalurkan dengan prinsip transparan, akuntabel, dan dapat dipertanggungjawabkan. Pemerintah bahkan menyediakan pendampingan penyusunan laporan bagi penerima hibah, agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat luas dan tidak ada satu pun rupiah yang terbuang.

Capaian di Bidang Pendidikan: Komitmen Nyata untuk Anak Papua Tengah

Sektor pendidikan tampil sebagai salah satu yang paling menonjol sepanjang tahun 2025, dengan tujuh program unggulan:

  • Sekolah Gratis: Menjangkau 26.217 siswa SMA dan SMK di delapan kabupaten, membebaskan biaya operasional sekolah dan meringankan beban keluarga.
  • Bantuan Biaya Kuliah: 5.217 mahasiswa dibantu biaya pendidikannya di 25 perguruan tinggi.
  • Pendidikan Berpola Asrama: 903 siswa dari daerah terpencil dan wilayah terdalam mendapatkan kesempatan belajar di asrama.
  • Sekolah Sepanjang Hari: Diterapkan di 10 sekolah, menjangkau 2.375 siswa.
  • Peningkatan Kualitas Guru: 792 guru mengikuti program Pendidikan Profesi Guru.
  • Fasilitas Pembelajaran Digital: 150 sekolah menerima perangkat pembelajaran cerdas.
  • Pembangunan Sekolah Unggulan: Sekolah MEPA Boarding School telah berdiri dan menampung 98 siswa.

Sebagian besar penerima manfaat adalah Orang Asli Papua, selaras dengan semangat keadilan dan pemerataan.

Capaian di Bidang Kesehatan: Meningkatkan Layanan untuk Seluruh Lapisan Masyarakat

Di sektor kesehatan, Pemprov Papua Tengah telah melaksanakan berbagai upaya memperluas jangkauan pelayanan, seperti:

  • Meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan dasar hingga ke distrik-distrik yang sebelumnya sulit terjangkau.
  • Menyediakan obat-obatan dan peralatan medis di puskesmas dan pos kesehatan masyarakat.
  • Melaksanakan program imunisasi dan pencegahan penyakit menular yang menjangkau ribuan warga.
  • Memberikan jaminan dan bantuan biaya kesehatan bagi masyarakat kurang mampu.

Capaian di Bidang Infrastruktur: Membuka Keterisolasian dan Menghubungkan Wilayah

Pembangunan infrastruktur terus digalakkan untuk menghubungkan pusat-pusat pemukiman, seperti:

  • Memulai pembangunan dan perbaikan jalan penghubung antar-kabupaten dan distrik.
  • Membangun serta memperbaiki gedung pelayanan publik, sekolah, dan fasilitas kesehatan.
  • Memperluas jaringan irigasi untuk mendukung ketahanan pangan dan pertanian rakyat.
  • Mengupayakan ketersediaan air bersih dan penerangan di wilayah-wilayah pemukiman.

Capaian di Bidang Ketahanan Pangan dan Ekonomi Rakyat

Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga memberi perhatian besar pada ketahanan pangan dan penguatan ekonomi masyarakat, seperti:

  • Mengalokasikan dana untuk pengembangan pertanian dan perkebunan rakyat.
  • Memberikan bantuan sarana produksi kepada petani dan kelompok tani.
  • Mendukung pengembangan usaha kecil dan menengah serta produk unggulan daerah.
  • Mendorong ketersediaan pangan yang terjangkau dan merata di seluruh wilayah.

Capaian di Bidang Pembangunan Manusia dan Kesejahteraan Sosial

Berbagai program bantuan sosial dan perlindungan kepada masyarakat juga terus disalurkan:

  • Bantuan bagi anak yatim, penyandang disabilitas, dan lansia.
  • Perhatian khusus bagi korban gangguan keamanan dan warga di wilayah pasca-konflik.
  • Penguatan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal Orang Asli Papua.
  • Peningkatan peran serta perempuan dan pemuda dalam pembangunan.

Akhirulkalam, pengelolaan keuangan yang sehat, penyaluran dana hibah yang tepat sasaran, capaian luar biasa di bidang pendidikan, serta perluasan layanan kesehatan, pembangunan infrastruktur, serta perhatian pada ketahanan pangan dan kesejahteraan rakyat, menjadi bukti bahwa pemerintahan Provinsi Papua Tengah berjalan di arah yang benar.

Semua capaian ini pastinya merupakan hasil kerja keras bersama antara Pemerintah Provinsi, DPRP, lembaga penerima hibah, dan seluruh lapisan masyarakat Papua Tengah. Ini adalah langkah awal yang kokoh.

Namun, capaian tersebut jangan sampai menjadi euforia berkepanjangan. Terdapat berbagai tantangan dan kendala yang masih perlu langkah-langkah perbaikan ke depan, kinerja harus terus ditingkatkan, dan anggaran dikelola dengan sebaik-baiknya, khususnya oleh Kepala-Kepala OPD sebagai ujung tombak pelaksana teknis tercapainya program-program yang termaktub di dalam Visi-Misi Gubernur Meki Nawipa dan Wakil Gubernur Deinas Geley.

Gubernur Meki Nawipa pernah menyoroti enam perbaikan mendesak, yakni: perencanaan anggaran yang lebih realistis, percepatan pengadaan sejak awal tahun, peningkatan serapan belanja modal, optimalisasi PAD tanpa membebani rakyat, penguatan pengendalian internal, dan memastikan setiap rupiah bermanfaat nyata bagi masyarakat.

Untuk masyarakat. Mencari-cari kesalahan pemimpin dan hanya menaruh beban tunggal kemajuan Provinsi Papua Tengah di pundak Kepala Daerah, itu adalah langkah yang hanya semakin memperburuk keadaan. Bukan solusi yang didapat, tapi hanya usaha sensasional menjaring angin dan upaya mendapatkan popularitas di dunia maya.

Provinsi ini milik bersama, sehingga kemajuannya harus dikeroyok bersama. Berpikir solutif, menyampaikan perspektif dan aspirasi secara arif, serta bertindak aktif untuk kesejahteraan bersama. Salam!

Penulis: Jimmy