SALAM PAPUA (TIMIKA) – Kurang lebih 63 mahasiswa asal Kabupaten Mimika di Bandung, Provinsi Jawa Barat, yang tergabung dalam Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Mimika (IPMAMI) mengikuti malam keakraban (Makrab) tahun 2023 bertajuk “Manusiakan Manusia yang Bermutu dan Berkualitas Dalam Berorganisasi” yang digelar tanggal 1-2 Juni 2023 lalu, di Asrama Timika Bandung (Astim Bandung), Kompleks Jati Permai, Jalan Sadang Asri 2 nomor 24.

Ketua Panitia Makrab IPMAMI Bandung, Beny Bato Magal menjelaskan bahwa bukan hanya mahasiswa baru yang mengikuti kegiatan tersebut, tetapi ada juga mahasiswa angkatan sebelumnya yang baru ikut lantaran kegiatan Makrab IPMAMI sempat vakum.

“Yang ikut Makrab ada juga yang angkatan tahun 2019, 2021 dan 2022. Jadi bukan hanya mahasiswa baru saja, dan Makrab ini diagendakan setiap tahun, tetapi untuk beberapa tahun terakhir IPMAMI tidak pernah menjalankan Makrab,” ungkap Beny saat dihubungi salampapua.com via telepon,  Minggu (4/6/2023).

Para mahasiswa pada kegiatan Makrab ini merupakan anak asli suku Amungme, Kamoro (Mimika Wee) dan lima suku kekerabatan di Mimika serta berasal dari kampus yang berbeda dengan jurusan yang juga berbeda.

Salah satu tujuan utama dilaksanakannya Makrab adalah untuk melatih mental dan tanggungjawab seluruh mahasiswa sebagai generasi penerus di Papua.

Diharapkan Makrab ini dapat terus dilaksanakan untuk ke depannya agar seluruh mahasiswa asal Kabupaten Mimika bisa bersatu dan berbaur dalam satu organisasi.

Beny pun menyampaikan terimakasihnya kepada Manurung Brothers yang diwakili oleh Ray Gutafson Manurung dan Joe “Rambo” Manurung yang sempat hadir serta memberikan banyak motivasi bagi IMAMPI.

Kehadiran Manurung Brothers ini diakui menggantikan sosok orang tua dari masing-masing mahasiswa. Hal ini lantaran motivasi yang disampaikan sangat menyentuh hati dan sebagai ilmu untuk menambah semangat juang khususnya bagi seluruh mahasiswa Mimika di Bandung.

“Puji Tuhan dan kami sangat bersyukur atas kehadiran Pak Ray dan Pak Joe. Mereka benar-benar peduli dan mau memberikan motivasi untuk kami. Manurung Brothers juga memberikan bantuan makanan buat kami. Itu sangat luar biasa dan semua itu hanya bisa kami balas dengan doa,” tutur Beni.

Sementara itu, Delsy Regina Takimai yang merupakan salah satu peserta Makrab mengaku bangga dapat mengikuti Makrab bersama teman-teman yang berasal dari Mimika. Makrab menurut dia sangat bermanfaat untuk mengasah mental dalam berorganisasi dan juga memperkuat public speaking.

Mahasiswa yang lebih akrab dipanggil Delsy ini mengungkapkan bahwa materi yang diperoleh pada Makrab tersebut adalah sejarah IPMAMI, manajemen organisasi, pemberdayaan kaum perempuan, manajemen waktu dan public speaking, serta sejarah Papua dan analisis sosial.

“Saya mahasiswa tahun 2020 tapi baru mengikuti Makrab (angkatan ini) karena memang tahun ini baru diadakan lagi. Saya sangat bangga karena Makrab ini adalah pelatihan yang dapat mengasah mental,” ungkap Mahasiswi Semester 6 di Universitas Ikopin Bandung ini.

Sedangkan Amus Safuf yang merupakan Mahasiswa Fakultas Ekonomi Manajemen dan Bisnis di Universitas Ikopin juga turut menyampaikan terimakasihnya kepada panitia pelaksana yang telah berupaya menyatukan mahasiswa Mimika di Bandung melalui kegiatan Makrab tersebut.

Amus mengaku, Makrab sangat penting sebagai wadah untuk mengakrabkan seluruh anak Mimika di Bandung. Melalui Makrab, anak-anak gunung dan pantai dapat saling bertukar pikiran serta berbagi pengalaman.

“Kalau tidak ada Makrab, belum tentu kita saling kenal. Memang kita sama-sama dari Mimika, tapi kalau tidak ada kegiatan khusus yang bisa menyatukan, maka tetap saja tidak saling kenal. Jadi saya sangat senang Makrab bisa dilakukan. Apalagi Makrab ini sempat vakum sejak lama,” tutur mahasiswa angkatan 2019 ini.

Demikian juga disampaikan Gabriel Mametapare yang merupakan Mahasiswa Semester 7 angkatan 2019 di Universitas Ikopin.

Menurut anak asli suku Kamoro yang akrab dipanggil Gabriel ini, menjadi suatu hal yang disyukuri Makrab IPMAMI dapat kembali diselenggarakan.

“Kita sempat vakum lama, makanya sekarang saya sangat bersyukur. Saya juga baru ikut Makrab dan sangat berterimakasih kepada panitia. Ini upaya yang luar biasa dari panitia,” katanya.

Adanya Makrab ini juga dapat menjadikan anak-anak Mimika makin menyatu dan antusias untuk lebih menghidupkan IPMAMI.

“Saya bergabung di IPMAMI sejak mulai masuk kuliah, tapi karena belum Makrab sehingga tidak terlalu terlibat aktif dalam organisasi ini. Sekarang setelah Makrab, saya berkomitmen untuk aktif membangun IPMAMI,” tegasnya.

Di akhir wawancara bersama salampapua.com, Gabriel juga mengucapkan terimakasih kepada Manurung Brothers yang sempat hadir memberikan motivasi. Dirinya mengaku semua wejangan yang disampaikan Pak Ray Manurung dan Joe Manurung menjadi pegangan untuk lebih maju dan giat belajar.

Dalam kesempatan tersebut, Dia mengungkapkan bahwa Pak Ray dan Pak Joe berharap agar seluruh pelajar dan mahasiswa dari Mimika yang berada di Bandung untuk tetap solid dalam satu wadah yaitu IPMAMI.

“Luar biasa Manurung Brothers bisa bertandang ke kegiatan Makrab. Kami sangat tertegun mendengar motivasi yang disampaikan. Kehadiran Pak Ray dan Pak Joe itu seperti orang tua kami yang hadir. Makanya kami sangat bersyukur, karena banyak pengalaman dan dorongan yang diberikan,” ujarnya.

Penulis: Acik

Editor : Jimmy