SALAM PAPUA (NABIRE) – Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) menyalurkan bantuan sosial berupa permakanan dan sandang kepada anak-anak terlantar di Kabupaten Paniai, Rabu (21/1/2026).

Program tersebut merupakan bagian dari upaya penguatan perlindungan sosial dan pemenuhan hak dasar anak yang terus dilaksanakan Pemerintah Provinsi Papua Tengah.

Penyaluran bantuan dilakukan sejak pukul 09.00 WIT di dua lokasi, yakni Yayasan Rumah Roti Papua Paniai dan TK Yegeka Paniai. Di Yayasan Rumah Roti Papua Paniai, bantuan diberikan kepada 150 anak terlantar yang dibina di bawah pendampingan Pendeta Nur. Sementara di TK Yegeka Paniai, bantuan disalurkan kepada 70 anak yang didampingi langsung oleh Kepala Sekolah, Susana.

Secara keseluruhan, Dinsos P3A Provinsi Papua Tengah menyalurkan sebanyak 300 paket bantuan sosial bagi anak-anak terlantar di Kabupaten Paniai. Bantuan permakanan meliputi beras 10 kilogram, telur satu rak, susu kaleng, ikan sarden, teh, gula, dan kacang hijau. Selain itu, bantuan sandang berupa pakaian layak pakai, alat tulis, perlengkapan mandi, serta bed cover juga disalurkan untuk menunjang kebutuhan dasar anak-anak.

Kegiatan tersebut turut disaksikan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Paniai, Sam Nawipa, bersama para pengelola lembaga penerima bantuan. Ia menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Dinsos P3A dalam mendukung pemenuhan kebutuhan dasar anak-anak terlantar di wilayahnya.

“Bantuan ini sangat membantu dan meringankan beban para pengasuh. Kami berharap program seperti ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak anak yang membutuhkan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinsos P3A Provinsi Papua Tengah, Roni Misikmbo, S.Sos., menjelaskan bahwa penyaluran bantuan di Kabupaten Paniai merupakan bagian dari program perlindungan sosial yang dilaksanakan secara bertahap di berbagai kabupaten.

“Pada tahun 2025, bantuan sosial telah disalurkan di Kabupaten Nabire, Kabupaten Mimika bagi penyandang disabilitas, serta Kabupaten Dogiyai untuk kelompok lanjut usia. Untuk tahun 2026, kami masih melakukan pendataan di kabupaten lain agar penyaluran bantuan tepat sasaran dan berkeadilan,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa keberlanjutan program perlindungan sosial membutuhkan dukungan semua pihak agar anak-anak di Papua Tengah dapat tumbuh sehat, terlindungi, dan memiliki masa depan yang lebih baik.

Penulis: Elias Douw

Editor: Sianturi