SALAM PAPUA (TIMIKA) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika
menggelar Ibadah Natal 2025 dan Syukuran Tahun Baru 2026 bersama TNI-Polri dan
masyarakat Mimika di Graha Emeneme Yauware, Senin (5/1/2026).
Ibadah syukur tersebut mengusung tema “Allah Hadir Untuk
Menyelamatkan Keluarga”, dengan subtema “Melalui Natal Bersama Pemkab Mimika,
TNI-Polri dan masyarakat, Kita Membangun Persaudaraan, Menjaga Kerukunan, dan
Menjadikan Mimika Rumah Kita Sebagai Wujud Komitmen Menuju Mimika Emas.”
Ibadah dipimpin oleh Pdt. Yandi Manobe, S.Th, dengan
pembacaan firman Tuhan dari Matius 1:21–24. Dalam khotbahnya, Pdt. Yandi
menekankan bahwa manusia diciptakan berbeda dengan makhluk lain karena memiliki
akal, perasaan, roh, dan jiwa.
“Manusia memiliki otak untuk berpikir dan hati untuk
merasakan. Karena itu, manusia memiliki kemampuan untuk berdoa dan membangun
relasi dengan Tuhan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa manusia memiliki posisi istimewa di
hadapan Tuhan, namun tetap dituntut untuk berserah dan meminta kepada-Nya.
“Mintalah, maka Aku akan memberi. Bahkan dunia pun Aku
berikan dan setan pun tunduk kepada-Ku. Ini menunjukkan manusia mendapat tempat
yang spesial di hadapan Tuhan, namun tidak boleh melupakan-Nya,” tegas Pdt.
Yandi.
Sementara itu, dalam sambutannya, Bupati Mimika Johannes
Rettob menekankan pentingnya membangun Mimika sebagai “Rumah Kita Bersama”
melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, serta TNI dan Polri.
“Dalam sebuah rumah, semua punya tanggung jawab.
Membersihkan, merawat, dan menjaga keamanan adalah tugas bersama,” kata
Johannes.
Ia menegaskan bahwa tujuan utama pemerintah adalah
menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Mimika.
“Tugas kita bersama membawa masyarakat sejahtera. Orang yang
tinggal di rumah ini tidak boleh lari. Kita dorong ekonomi yang baik,
tingkatkan pendidikan hingga ke pedalaman, dan yang terpenting kita harus hidup
dalam rasa aman,” ujarnya.
Menurutnya, mewujudkan Mimika yang aman dan sejahtera
membutuhkan sinergi semua pihak, terutama dalam aspek keamanan.
“TNI-Polri, tokoh masyarakat, paguyuban, dan ketua-ketua
kerukunan harus bersinergi. Keamanan harus kita wujudkan bersama agar semua
yang tinggal di rumah ini merasa aman,” katanya.
Menutup sambutannya, Johannes mengajak seluruh elemen
masyarakat menjadikan tahun 2026 sebagai momentum memperkuat kebersamaan
“Saya berharap di tahun 2026 ini kita saling menopang,
saling membantu, bekerja sama, bersinergi, dan bergotong royong membangun
Kabupaten Mimika,” pungkasnya.
Penulis: Evita
Editor: Sianturi


