SALAM PAPUA (DOGIYAI) – Para tukang ojek lintas wilayah di Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, resmi membentuk Komunitas Tukang Ojek Lintas Kabupaten Dogiyai. Komunitas ini dibentuk oleh pengojek dari wilayah Utara, Timur, Tengah, Selatan, dan Barat Dogiyai sebagai wadah resmi tukang ojek Orang Asli Dogiyai (OAD).

Pembentukan komunitas tersebut ditandai dengan pemilihan badan pengurus dan koordinator di setiap distrik serta kampung. Dalam pemilihan yang berlangsung secara aklamasi, Agus Tebai terpilih sebagai Ketua, Agus Bouya sebagai Wakil Ketua, sementara Yermias Pigome dipercaya sebagai Sekretaris sekaligus Bendahara.

Usai terpilih, Ketua Komunitas Tukang Ojek Lintas Kabupaten Dogiyai, Agus Tebai, menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan atas terlaksananya pemilihan pengurus komunitas tersebut.

“Hari ini kita sudah memilih ketua sekaligus koordinator komunitas tukang ojek lintas Kabupaten Dogiyai. Komunitas ini hadir untuk melayani masyarakat, bukan untuk kepentingan lain,” ujar Agus Tebai, dikutip dari rekaman video berdurasi 44 menit, Senin (19/1/2026).

Ia menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya akan mendaftarkan komunitas ini secara resmi ke Kesbangpol Kabupaten Dogiyai. Selain itu, komunitas juga meminta perhatian serius dari pemerintah daerah, khususnya terkait kondisi kendaraan para pengojek.

“Banyak motor tukang ojek yang sudah rusak. Kami berharap pemerintah dapat memfasilitasi bantuan motor baru melalui dana hibah atau dana Otonomi Khusus,” katanya.

Agus Tebai juga menegaskan bahwa komunitas akan membuat helm dan jaket seragam bagi seluruh anggota tukang ojek. Ia menolak keras praktik pendataan oleh pihak luar.

“Mulai hari ini, tukang ojek luar yang mengumpulkan KTP dan rekening pengojek kami tolak,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komunitas, Agus Bouya, menyampaikan apresiasi kepada seluruh tukang ojek di Dogiyai yang telah bersepakat membentuk komunitas tersebut.

“Dengan adanya tukang ojek, masyarakat bisa menjalankan aktivitas sehari-hari. Dasar hukum komunitas sudah lengkap, mulai dari ketua, sekretaris, bendahara, koordinator distrik hingga pengojek di kampung-kampung. Data kami sudah valid,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa komunitas siap bekerja sama dengan seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah. Penataan pangkalan ojek juga akan dilakukan dalam waktu dekat.

“Dengan terbentuknya badan pengurus ini, tukang ojek Dogiyai siap melayani masyarakat secara tertib dan profesional,” katanya.

Program Kerja Komunitas Tukang Ojek Lintas Kabupaten Dogiyai: Membuka bengkel khusus anak asli Dogiyai, mengikuti kursus dan pelatihan servis motor, menetapkan empat titik pangkalan ojek, usaha pencucian motor, penetapan tarif ojek.

Juga pengaktifan surat-surat kendaraan, pemberian nomor helm, jaket dan helm seragam berwarna hijau, iuran wajib per tukang ojek, siap membayar PAD dengan catatan adanya perhatian pemerintah, pendataan ojek yang benar-benar aktif dan pengadaan motor yang layak operasional.

Penulis: Elias Douw

Editor: Sianturi