SALAM PAPUA (TIMIKA) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Mozes Kilangin Timika menjelaskan penyebab suhu panas yang belakangan ini dirasakan masyarakat di Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Forecaster BMKG Mozes Kilangin Timika, Fitria Nur Fadlilah, menyampaikan bahwa saat ini posisi matahari berada di belahan Bumi bagian selatan menuju garis khatulistiwa, sementara wilayah Mimika berada pada 4–5 derajat lintang selatan.

“Cuaca panas yang dirasakan masyarakat Mimika disebabkan karena posisi matahari saat ini berada di belahan Bumi selatan, sehingga wilayah yang berada di lintang selatan, termasuk Mimika, menerima penyinaran matahari yang lebih maksimal,” ujar Fitria saat dihubungi Salampapua.com, Rabu (21/1/2026).

Ia menjelaskan, suhu udara di Mimika saat ini terpantau mencapai 35 hingga 36 derajat Celsius, yang tergolong cukup tinggi untuk wilayah tersebut.

Selain faktor posisi matahari, kondisi panas juga dipengaruhi oleh tekanan udara rendah di sekitar wilayah Australia dan perairan tenggara Pulau Papua.

“Tekanan rendah di Australia menyebabkan massa udara tertarik menjauh dari Mimika. Akibatnya, udara di Mimika menjadi lebih kering dan suhu udara terasa lebih panas,” jelasnya.

Fitria menambahkan, secara umum pada periode Desember hingga Februari, matahari memang lebih condong ke selatan sehingga wilayah Belahan Bumi Selatan mengalami musim panas. Sebaliknya, pada periode Juni hingga Agustus, matahari bergeser ke belahan Bumi utara sehingga wilayah Mimika relatif terasa lebih sejuk, meskipun tetap beriklim tropis.

Meski demikian, BMKG memastikan bahwa potensi hujan lokal masih dapat terjadi di wilayah Mimika.

“Untuk Mimika, hujan lokal tetap berpotensi terjadi karena faktor geografis, seperti keberadaan pegunungan yang dapat menahan uap air dari laut dan memicu pembentukan awan hujan,” pungkasnya.

Penulis: Evita

Editor: Sianturi