SALAM PAPUA (TIMIKA) – Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal)
Timika menyerahkan tiga tersangka kasus peredaran dan penyalahgunaan narkotika
yang diamankan saat pesta narkoba di atas kapal, di wilayah Pelabuhan Perikanan
Poumako, Distrik Mimika Timur, pada 11 Januari 2026 lalu.
Penyerahan tersangka dilakukan kepada Polres Mimika untuk
menjalani proses hukum lebih lanjut, sebagai bagian dari upaya memutus mata
rantai peredaran narkoba di Kabupaten Mimika.
Komandan Lanal Timika, Letkol Laut (P) Bekti Sutiarso, saat
menggelar konferensi pers, menegaskan bahwa pengungkapan kasus ini merupakan
wujud komitmen TNI AL dalam memberantas peredaran narkotika, khususnya di
kawasan pelabuhan yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.
“Ketiga tersangka diamankan saat sedang menggunakan narkoba
di atas kapal. Hari ini kami serahkan kepada Polres Mimika untuk diproses
sesuai hukum yang berlaku,” ujar Letkol Bekti, Rabu (14/1/2026).
Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada tim
gabungan yang terlibat dalam pengungkapan kasus tersebut. Menurutnya,
keberhasilan ini menjadi bukti keseriusan TNI AL dalam mendukung pemberantasan
narkotika yang merupakan ancaman serius bagi generasi muda dan keamanan
masyarakat.
“Tidak ada ruang bagi pelaku kejahatan narkotika, terutama
di area strategis seperti pelabuhan. Ini adalah bentuk komitmen kami menjaga
keamanan dan ketertiban wilayah,” tegasnya.
Tiga tersangka masing-masing berinisial AS (38), AJA (37),
dan RFB (36). Dari tangan para pelaku, petugas mengamankan barang bukti berupa
dua bungkus plastik berisi ganja kering ukuran besar dan sedang, satu paket
sabu yang dikemas dalam plastik bening, alat hisap, serta uang tunai sebesar
Rp330.000.
Danlanal menambahkan, pengungkapan kasus ini tidak hanya
menyelamatkan masyarakat dari bahaya narkotika, tetapi juga meningkatkan rasa
aman dan kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum, khususnya dalam
menjaga kelancaran aktivitas di Pelabuhan Perikanan Poumako.
Ke depan, Lanal Timika akan terus memperkuat pengawasan di
kawasan pelabuhan melalui pemeriksaan rutin terhadap kapal dan awak kapal,
serta meningkatkan sosialisasi kepada nelayan, pelaku usaha perikanan, dan
pekerja pelabuhan agar berperan aktif melaporkan setiap aktivitas mencurigakan.
“Kami akan terus bersinergi dengan BNN dan Kepolisian untuk
memastikan penegakan hukum berjalan optimal dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Penulis: Acik
Editor: Sianturi

