SALAM PAPUA (TIMIKA)- Liquid diet adalah pola makan yang
fokus dengan mengonsumsi makanan cair saja. Diet ini biasanya direkomendasikan
untuk pemulihan pascaoperasi. Namun, banyak pula yang akhirnya menjalani liquid
diet untuk menurunkan berat badan karena dinilai mampu mengurangi jumlah kalori
yang masuk ke tubuh.
Sesuai namanya, liquid diet adalah diet yang menekankan pada
konsumsi makanan dengan konsistensi cair atau setengah cair untuk memenuhi
kebutuhan nutrisi. Seseorang yang sedang menjalani diet ini tidak mengonsumsi
makanan padat sama sekali. Beberapa menu makanan yang sering dikonsumsi adalah
kaldu, puding, atau es krim.
Dokter biasanya merekomendasikan diet ini untuk pasien yang
akan menjalani operasi atau sebagai diet pemulihan setelah operasi atau pasien
yang mengalami kesulitan menelan atau mengunyah. Meski umumnya dilakukan untuk
mendukung prosedur medis, banyak juga yang menjalani diet ini untuk menurunkan
berat badan.
Liquid diet tergolong pola makan rendah protein dan serat.
Adapun awal dari tujuan utama diet ini adalah untuk mengistirahatkan sistem
pencernaan. Inilah mengapa diet ini umumnya dilakukan untuk mendukung prosedur
medis, terutama bagi pasien yang ingin menjalani pemeriksaan medis tertentu
atau mempercepat pemulihan pascaoperasi.
Untuk menurunkan berat badan, diet jenis ini masih
memerlukan penelitian lebih lanjut. Memang, liquid diet membuat asupan kalori
tubuh berkurang karena biasanya di selama menjalani pola makan ini, seseorang
hanya akan mengonsumsi sekitar 1.350–1.500 kalori dan 45 gr protein per hari.
Kalau dilihat sekilas, liquid diet sangat menjanjikan untuk penurunan berat
badan ya?
Menurut penelitian, diet ini terbukti bisa sedikit
menurunkan berat badan dan indeks masa tubuh (IMT). Selain itu, liquid diet pun
bisa menurunkan tekanan darah sistolik, meski tidak signifikan.
Nah, selain tidak berefek banyak, penurunan berat badan
selama menjalani diet ini juga tidak akan bertahan lama. Hal ini karena
berkurangnya asupan kalori secara drastis selama diet justru membuat
metabolisme melambat karena tubuh perlu menghemat energi. Akibatnya, saat pola
makanmu sudah tidak dijaga dengan ketat, berat badanmu akan kembali melonjak
naik. (Sumber: Alodokter)
Editor: Sampe Sianturi

