SALAM PAPUA (TIMIKA) – Yayasan Pemberdayaan Masyarakat
Amungme dan Kamoro (YPMAK), pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia,
baru saja menuntaskan program pelatihan pengelolaan kelapa (Virgin Coconut
Oil/VCO) bagi mama-mama wilayah pesisir.
Pelatihan tersebut berlangsung selama tiga hari, 25–28
Februari 2026, di Ballroom Hotel Grand Tembaga Timika.
Ketua Pengurus YPMAK, Leonardus Tumuka, menyampaikan bahwa
kelapa yang tidak diolah hanya bernilai konsumsi. Namun jika dikelola dengan
baik, komoditas tersebut mampu meningkatkan nilai ekonomi dan memberikan
manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
Karena itu, ke depan YPMAK tidak hanya fokus pada
peningkatan nilai kelapa, tetapi juga akan bergeser ke wilayah pegunungan
dengan mendorong pengelolaan komoditas kopi sebagai andalan baru.
“Setelah mengelola kelapa, tahun ini kita dorong adanya
program pengelolaan kopi untuk wilayah pegunungan. Sehingga program peningkatan
ekonomi bukan hanya ada di wilayah pesisir, tetapi juga di wilayah pegunungan,”
ujarnya.
Ia menjelaskan, program ini bertujuan mendorong pengusaha
asli Papua agar tidak hanya menjual biji kopi mentah, tetapi mampu mengelola
merek (brand) kopi sendiri dan masuk dalam rantai bisnis kedai kopi yang kini
berkembang di Mimika.
“Kalau kelola kelapa aksesnya cukup mudah karena bisa pakai
kapal. Tapi kalau kelola kopi, aksesnya kadang masih terbatas. Padahal kita
harus bersama-sama meningkatkan ekonomi di Mimika. Saya harap kita semua
mendukung program YPMAK,” jelasnya.
Leonardus berharap program ini tidak berhenti pada pelatihan
semata, melainkan benar-benar menjadi sumber penghasilan jangka panjang. Ia
menargetkan hasil pelatihan dapat melahirkan produk unggulan Papua yang mampu
bersaing di pasar nasional bahkan internasional.
“YPMAK ini untuk Papua, dari tanah yang memiliki sumber daya
alam melimpah, sehingga harus dimanfaatkan untuk kebaikan banyak orang. Ini
kesempatan yang baik, dari kecil akan menjadi besar,” tutupnya.
Penulis: Evita
Editor: Sampe Sianturi

