SALAM PAPUA (TIMIKA)- Gaya hidup vegan semakin diminati masyarakat Indonesia, terutama di kalangan anak muda dan keluarga muda. Vegan merupakan pola hidup yang menghindari konsumsi serta penggunaan seluruh produk yang berasal dari hewan, baik dalam bentuk makanan maupun non-makanan.

Dalam praktiknya, vegan tidak hanya meniadakan daging, ikan, dan unggas dari menu harian, tetapi juga menghindari produk turunan hewan seperti telur, susu, dan madu. Sebagian pelaku vegan juga memilih untuk tidak menggunakan produk non-pangan berbahan hewani, seperti pakaian dari kulit atau wol serta kosmetik yang diuji pada hewan.

Pola hidup ini dipilih dengan berbagai pertimbangan, mulai dari alasan kesehatan, kepedulian terhadap kesejahteraan hewan, hingga isu lingkungan. Jika dijalani dengan perencanaan yang tepat, gaya hidup vegan dinilai dapat memberikan sejumlah manfaat kesehatan, seperti menurunkan risiko penyakit jantung, membantu mengontrol berat badan, mengurangi risiko diabetes tipe 2, melancarkan sistem pencernaan, serta menurunkan risiko kanker tertentu.

Meski demikian, penerapan gaya hidup vegan juga memiliki tantangan tersendiri. Risiko kekurangan nutrisi seperti vitamin B12, zat besi, zinc, kalsium, dan vitamin D perlu mendapat perhatian serius. Selain itu, kebutuhan protein harus dipenuhi melalui berbagai sumber nabati, seperti tempe, tahu, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

Para ahli menyarankan agar masyarakat yang ingin menjalani gaya hidup vegan memperhatikan variasi makanan, rutin membaca label produk, serta memilih produk berlabel vegan atau cruelty-free. Konsultasi dengan dokter atau ahli gizi juga dianjurkan, terutama bagi ibu hamil, menyusui, dan anak-anak.

Dengan perencanaan yang matang dan pemenuhan nutrisi yang seimbang, gaya hidup vegan dapat menjadi pilihan pola hidup sehat. Namun, masyarakat diimbau untuk selalu menyesuaikan pola makan dengan kondisi dan kebutuhan tubuh masing-masing. (Alodokter)

Editor: Sianturi