SALAM PAPUA (TIMIKA) – Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kabupaten Mimika menggelar Ibadah Syukur Natal dan Tahun Baru 2026 sebagai wujud nyata toleransi dan kebersamaan lintas umat beragama. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Tongkonan, Jalan Sam Ratulangi, Timika, Senin (19/1/2026) malam.

Ibadah syukur ini menekankan doa, refleksi, serta penguatan semangat persaudaraan guna menjalani tahun baru dengan damai dan penuh rasa syukur. Perayaan tersebut mengusung tema “Allah hadir untuk menyelamatkan keluarga” (BDK. Matius 1:21–24), dengan subtema “Nyatakan kasih dan perkuat tali persaudaraan KKSS Kabupaten Mimika.”

Ibadah dipimpin oleh Pendeta Mardiana Padang, STh, dengan pemberitaan Kabar Sukacita oleh Pastor Dr. Petrus Bine Saramae, Pr. Doa lintas umat turut dipanjatkan oleh Pdt. Samuel Datulalong, STh dan Ustadz Abdul Syakir, S.Pd., M.Pd.

Sambutan Bupati Mimika yang dibacakan oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Mimika, Ananias Faot, menyampaikan bahwa KKSS Mimika telah memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan daerah. Ia berharap kegiatan keagamaan seperti ini dapat semakin memperkuat kebersamaan serta nilai-nilai keagamaan di Kabupaten Mimika.

“Pemerintah Kabupaten Mimika akan terus mendukung seluruh organisasi kemasyarakatan, termasuk KKSS Mimika. Sekitar satu persen anggota KKSS berada di dalam birokrasi Pemkab Mimika. Sebagai Asisten, saya akan menyampaikan masukan dari Ketua KKSS kepada pimpinan daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua BPD KKSS Kabupaten Mimika, H. Iwan Anwar, dalam sambutannya menyampaikan bahwa perayaan dan ibadah tersebut merupakan perayaan Natal perdana yang dilakukan bersama oleh KKSS Mimika.

“Perayaan ini merupakan langkah baik dalam meningkatkan kebersamaan dan menjadi wujud nyata toleransi beragama di lingkungan KKSS. Meskipun perayaan Natal dan Tahun Baru telah berlalu, namun maknanya tetap sama, yakni bersama-sama membangun Mimika dalam bingkai Rumah Kita,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa KKSS merupakan organisasi yang menghimpun seluruh suku dari Sulawesi Selatan di tanah rantau. Oleh karena itu, setiap anggota diharapkan menanggalkan ego dan senantiasa menjunjung tinggi nilai kasih serta persaudaraan dalam organisasi.

“Seperti pesan Pastor, kasih kepada Allah adalah yang utama. Ketergantungan kepada Tuhan menjadi dasar hidup, sebab tanpa Tuhan manusia akan kehilangan arah. Nilai ini juga diajarkan dalam agama Islam, yakni menyerahkan hidup sepenuhnya kepada Allah,” pungkas Anwar.

Penulis: Evita

Editor: Sianturi