SALAM PAPUA (TIMIKA) – Distrik Jita, Kabupaten Mimika, Papua
Tengah, mengusulkan sebanyak 129 program pembangunan untuk Tahun Anggaran 2027.
Usulan tersebut mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari pembangunan
infrastruktur dasar, perumahan, pendidikan, hingga peningkatan layanan
masyarakat.
Usulan ini disampaikan dalam Musyawarah Perencanaan
Pembangunan (Musrenbang) Distrik Jita Tahun 2026 yang digelar di Ballroom Hotel
Kanguru, Jumat (6/3/2026).
Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda
Mimika, Regina Wenda, menjelaskan bahwa seluruh usulan yang masuk masih
bersifat umum dan belum dipisahkan secara rinci berdasarkan subbidang
pembangunan.
“Totalnya ada 129 usulan. Memang belum dipisahkan per
subbidang, tetapi seluruh usulan ini menjadi dasar perencanaan pembangunan
untuk tahun 2027,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa sebagian usulan yang diajukan
sebelumnya mungkin telah direalisasikan pada tahun berjalan. Namun, jika belum
terealisasi, maka usulan tersebut akan kembali didorong dalam perencanaan
pembangunan berikutnya.
“Masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan oleh
Pemkab Mimika. Usulan-usulan ini akan menjadi bahan dalam penyusunan
perencanaan pembangunan ke depan,” katanya.
Regina juga menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Mimika
saat ini tengah melakukan pendataan potensi distrik sebagai bagian dari
strategi pembangunan berbasis wilayah.
Menurutnya, data potensi distrik akan menjadi dasar dalam
menentukan arah pembangunan agar lebih tepat sasaran.
“Tahun ini kami akan mendata seluruh potensi yang ada di
setiap distrik. Dari situ kita bisa melihat, misalnya Jita memiliki potensi
apa, kemudian pemerintah dapat mendukung pengelolaannya agar pembangunan bisa
berjalan lebih maksimal,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Distrik Jita, Suto H. Rontini,
berharap masyarakat turut berperan aktif dalam mendukung program pembangunan
pemerintah.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan di distrik
tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga pada dukungan masyarakat
dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif.
“Masyarakat harus bersama-sama menciptakan rasa aman dan
nyaman. Dengan begitu, ketika ada program pembangunan di distrik, pekerjaan
dapat berjalan dengan lancar,” ujarnya.
Penulis: Evita
Editor: Sianturi

