SALAM PAPUA (NABIRE) – Bupati Deiyai, Melkianus Mote, menyurati Menteri Perhubungan Republik Indonesia untuk meminta pembukaan kembali akses operasional Bandara Kapiraya, Kabupaten Deiyai, Papua Tengah.

Permohonan tersebut tertuang dalam surat Nomor 553/026/BUP/II/2026 bersifat penting yang ditujukan kepada Menteri Perhubungan RI melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara di Jakarta.

Dalam suratnya, Bupati menjelaskan bahwa sejak 16 Februari 2026, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara pada Kementerian Perhubungan Republik Indonesia telah menutup operasional 11 bandara perintis di Papua, termasuk Bandara Kapiraya di Kabupaten Deiyai.

Penutupan tersebut dilakukan pasca insiden serangan terhadap pesawat Cessna Grand Caravan PK-SNR milik PT Smart Cakrawala Aviation pada rute Tanah Merah (TMH)-Danawage/Koroway Batu (DNW) pada 11 Februari 2026.

Di sisi lain, Distrik Kapiraya saat ini tengah menghadapi konflik sosial berkepanjangan. Kondisi geografis wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat semakin memperumit mobilitas masyarakat maupun distribusi bantuan.

“Atas kondisi tersebut, kami memohon agar akses Bandara Kapiraya dapat dibuka kembali guna mendukung efisiensi serta memperlancar penanganan dan tanggap darurat konflik Kapiraya,” tulis Bupati dalam surat tersebut.

Pembukaan kembali bandara dinilai krusial untuk mendukung mobilisasi logistik, obat-obatan, serta pergerakan Tim Harmonisasi Penanganan Konflik Kapiraya yang melibatkan unsur pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat.

“Saya berharap Menteri Perhubungan dapat memberikan perhatian khusus atas permohonan ini, sehingga upaya pemulihan keamanan, pelayanan masyarakat, serta distribusi bantuan kemanusiaan dapat segera terlaksana secara optimal di wilayah Kapiraya dan sekitarnya,” ujar Bupati.

Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Kabupaten Deiyai masih menunggu tanggapan resmi dari Kementerian Perhubungan terkait permohonan tersebut.

Penulis: Elias Douw

Editor: Sianturi