SALAM PAPUA (NABIRE) – Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian
dan Perdagangan (Disperindag) Papua Tengah mulai mengantisipasi potensi
lonjakan harga bahan pokok (Bapok) menjelang bulan suci Ramadhan dan Hari Raya
Idul Fitri 2026.
Kepala Disperindag Papua Tengah, Norbertus Mote, menegaskan
pihaknya akan melakukan pengawasan intensif untuk menjaga stabilitas harga dan
mencegah praktik spekulasi.
“Langkah ini diambil guna memastikan harga tetap stabil dan
para spekulan tidak mengambil keuntungan sepihak di tengah meningkatnya
permintaan masyarakat,” kata Norbertus kepada salampapua.com di depan Ballroom
Kantor Gubernur Papua Tengah, Jalan Sisingamangaraja, Distrik Nabire Kota, Rabu
(11/2/2026).
Ia memastikan masyarakat tidak perlu panik terkait
ketersediaan pangan. Berdasarkan koordinasi dengan Bulog, stok beras di Papua
Tengah dinyatakan aman hingga tiga bulan ke depan
“Stok beras di Bulog mencukupi untuk kebutuhan sampai tiga
bulan. Kami minta para pemasok tetap jujur dan tidak bermain harga tanpa
kalkulasi biaya yang rasional,” ujarnya.
Meski sebagian besar komoditas masih terpantau stabil,
Norbertus mengakui ada tren kenaikan pada dua komoditas utama, yakni cabai dan
daging sapi.
Dalam kondisi normal, harga cabai berkisar antara Rp60.000
hingga Rp70.000 per kilogram. Namun menjelang hari raya, harga berpotensi
melonjak hingga Rp150.000 per kilogram. Hal serupa juga kerap terjadi pada
daging sapi yang mengalami kenaikan signifikan saat momen keagamaan.
Disperindag mengimbau para pedagang untuk mematuhi Harga
Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah. Toleransi hanya
diberikan jika harga jual berada di bawah atau sesuai HET.
“Silakan mencari keuntungan, tapi harus wajar. Jangan
memanfaatkan momentum di atas penderitaan masyarakat, terutama ibu-ibu yang
membutuhkan bahan pokok untuk lebaran. Kasihan kalau harga terlalu melambung,”
tegasnya.
Sebagai langkah konkret, Disperindag Papua Tengah akan
melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah gudang distributor dan pasar
tradisional dalam waktu dekat.
Jika ditemukan praktik penimbunan atau penetapan harga yang
tidak wajar, pemerintah akan mengambil tindakan tegas, mulai dari penyegelan
gudang hingga pencabutan izin usaha.
Norbertus berharap para pedagang tidak memainkan harga
menjelang perayaan hari besar keagamaan dan tetap menjaga stabilitas pasokan
bagi masyarakat Papua Tengah.
Ia juga mengapresiasi distributor yang selama ini kooperatif
dalam menjaga ketersediaan bahan pokok di wilayah Papua Tengah.
Penulis: Elias Douw
Editor: Sianturi

