SALAM PAPUA (TIMIKA) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika memastikan ketersediaan logistik penanganan malaria, mulai dari alat tes cepat (Rapid Diagnostic Test/RDT), obat antimalaria hingga larvasida, masih dalam kondisi aman dan diperkirakan mencukupi hingga awal tahun 2027.
Penanggung Jawab (Pj) UPTD Malaria Center Mimika, Imelda Ohoiledjaan, mengatakan stok logistik malaria yang tersedia saat ini dinilai cukup untuk mendukung upaya penanganan dan pengendalian malaria di seluruh fasilitas kesehatan di Mimika.
“Kalau untuk jumlah per item saya tidak bisa pastikan, karena pengelolaan obat berada di Fasilitas Farmasi. Namun saya bisa memastikan stok seluruh logistik penanganan malaria masih dalam kondisi aman hingga awal tahun 2027,” kata Imelda, Sabtu (25/7/2026).
Dengan ketersediaan logistik yang memadai, Imelda berharap seluruh fasilitas kesehatan semakin optimal dalam mendukung target eliminasi malaria pada 2030.
Menurutnya, Dinkes Mimika terus mendorong seluruh fasilitas kesehatan agar aktif melakukan pemeriksaan malaria kepada masyarakat, termasuk terhadap pasien yang tidak menunjukkan gejala.
“Karena logistik aman, kami berharap target eliminasi malaria pada tahun 2030 dapat tercapai. Dinkes terus mengimbau fasilitas kesehatan untuk aktif memeriksa pasien, sebab malaria juga bisa ditemukan pada pasien tanpa gejala,” ujarnya.
Imelda menjelaskan, mekanisme perencanaan kebutuhan dan permintaan obat antimalaria hingga kini tetap mengacu pada sistem atau tools resmi milik Kementerian Kesehatan.
Melalui mekanisme tersebut, setiap fasilitas kesehatan wajib melampirkan laporan jumlah kasus malaria yang ditangani sebelumnya sebagai dasar penentuan kebutuhan logistik.
“Permintaan obat tetap menggunakan tools dari Kementerian Kesehatan. Karena itu, setiap fasilitas kesehatan harus melampirkan laporan kasus sebelumnya agar distribusi obat dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing,” tutupnya.
Penulis: Evita
Editor: Sianturi