SALAM PAPUA (TIMIKA)-Bulan Suci Ramadan memiliki sejarah panjang dalam perjalanan Islam. Ramadan merupakan bulan kesembilan dalam kalender Hijriah dan menjadi bulan yang dimuliakan karena pada periode inilah Al-Qur’an pertama kali diturunkan.

Menurut ajaran Islam, wahyu pertama diterima Nabi Muhammad SAW pada malam Lailatulqadar, yang diyakini terjadi pada salah satu malam di sepuluh hari terakhir Ramadan tahun 610 M. Peristiwa tersebut berlangsung di Gua Hira dan menjadi awal diutusnya Nabi Muhammad sebagai rasul.

Kewajiban berpuasa pada bulan Ramadan sendiri mulai ditetapkan pada tahun kedua Hijriah atau sekitar 624 M, setelah Nabi Muhammad SAW dan para sahabat hijrah dari Makkah ke Madinah. Perintah puasa termuat dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 183–185 yang mewajibkan umat Islam berpuasa selama satu bulan penuh.

Sebelum puasa Ramadan diwajibkan, umat Islam telah menjalankan puasa Asyura pada 10 Muharram. Namun setelah turunnya perintah puasa Ramadan, ibadah tersebut menjadi kewajiban tahunan bagi setiap Muslim yang telah memenuhi syarat.

Ramadan berlangsung selama 29 atau 30 hari, tergantung hasil pemantauan hilal. Karena menggunakan kalender lunar atau qamariyah, Ramadan setiap tahun maju sekitar 10 hingga 12 hari dibanding kalender Masehi.

Selain menjadi bulan turunnya Al-Qur’an dan diwajibkannya puasa, Ramadan juga mencatat sejumlah peristiwa penting dalam sejarah Islam, di antaranya Perang Badar pada tahun 2 Hijriah dan Fathu Makkah pada tahun 8 Hijriah.

Hingga kini, Ramadan menjadi momentum peningkatan ibadah, solidaritas sosial, serta refleksi spiritual bagi umat Muslim di seluruh dunia. (Wikipedia)

Editor: Sianturi