SALAM PAPUA (NABIRE) – Pemerintah Kabupaten Deiyai bergerak cepat dalam upaya penyelesaian persoalan yang terjadi di Distrik Kapiraya. Melalui koordinasi lintas sektor, Tim Harmoni resmi diberangkatkan ke Kapiraya menggunakan jalur udara, Senin (2/3/2026).

Langkah ini diambil sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam meredam persoalan tapal batas yang tengah berkembang, sekaligus memastikan kondisi masyarakat tetap aman dan kebutuhan dasar terpenuhi.

Dalam misi tersebut, Pemkab Deiyai mengirim Kepala Distrik Kapiraya, Akuliana Badokapa, bersama anggota DPRK jalur Otsus, Anace Yupi, serta sejumlah bahan kebutuhan pokok seperti beras, gula, mi instan, dan logistik lainnya untuk masyarakat setempat.

Bupati Deiyai, Melkianus Mote, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran TNI yang telah membantu menyediakan transportasi udara guna mendukung pengiriman tim dan logistik ke wilayah tersebut.

Pemkab Deiyai sebelumnya telah menyurati Lucky Avianto selaku Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III di Timika untuk memohon dukungan penerbangan menuju Kapiraya. Permohonan tersebut mendapat respons cepat dan positif dengan disediakannya armada penerbangan.

“Kita ucapkan terima kasih kepada mereka yang punya pesawat ini dan mau membantu kita dengan sukarela,” ujar Bupati Melkianus Mote.

Pengiriman Tim Harmoni bersama unsur TNI dilakukan dalam tiga kali penerbangan (flight) dari Deiyai menuju Kapiraya. Keberangkatan tim dilepas langsung dari Bandara Waghete.

Dandim Deiyai, Ari Iswoyo Timor, menyatakan harapannya agar kehadiran tim dari berbagai unsur ini dapat mempercepat penyelesaian konflik yang terjadi.

“Kami berharap, dengan dikirimnya tim dari berbagai unsur ke Kapiraya ini, masalah tapal batas bisa segera selesai dengan cepat,” ujarnya usai pelepasan penerbangan.

Ia menambahkan, pihak TNI juga telah melakukan koordinasi serta menjalankan tugas pengamanan di Kapiraya guna menjaga situasi tetap kondusif. Selain itu, TNI turut melaksanakan kegiatan sosial berupa pengeboran air di sekitar Bandara Kapiraya agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat setempat.

Dengan sinergi antara pemerintah daerah, DPRK, dan TNI, diharapkan proses penyelesaian persoalan di Kapiraya dapat berjalan damai, cepat, dan membawa dampak positif bagi seluruh masyarakat.

Penulis: Elias Douw

Editor: Sianturi