SALAM PAPUA (TIMIKA) – Aparat gabungan TNI-Polri yang
terdiri dari Satgas Habema, Satgas Rajawali, dan Satgas Operasi Damai
Cartenz-2026 melakukan upaya penegakan hukum terhadap DPO yang mengaku sebagai
Panglima Kodap III D, Dulla Aibon Kogoya.
Dalam operasi tersebut terjadi kontak tembak antara aparat
dan kelompok kriminal bersenjata (KKB), yang kemudian melarikan diri
meninggalkan markas yang selama ini mereka kuasai. Aparat berhasil menguasai
lokasi dan mengamankan sejumlah barang bukti penting.
Saat personel gabungan mendekati lokasi, kelompok bersenjata
melakukan perlawanan sehingga terjadi baku tembak. Setelah beberapa waktu,
kelompok tersebut melarikan diri, meninggalkan sejumlah perlengkapan dan
logistik di markas.
Dalam penggeledahan yang dilakukan pada 1 Februari 2026,
aparat mengamankan 561 butir amunisi dari berbagai kaliber, baik untuk senjata
laras panjang maupun pendek, serta 10 magazen, termasuk magazen senjata api
jenis SS1 dan AK-101. Selain itu, turut diamankan 12 unit telepon genggam, lima
unit handy talky (HT), serta uang tunai sebesar Rp79.900.000.
Temuan lain yang menjadi perhatian aparat adalah dua unit
telepon genggam yang diduga milik korban aksi kekerasan sebelumnya. Satu di
antaranya diduga milik anggota Brimob Batalion C yang gugur akibat aksi
penyerangan tahun lalu. Sementara satu unit lainnya diduga milik seorang
karyawan sipil atau petugas keamanan dalam peristiwa pembakaran pos pengamanan
PT Kristalin di Nabire beberapa pekan lalu.
“Ini merupakan komitmen negara untuk hadir di tengah
masyarakat ketika terjadi aksi-aksi kekerasan. TNI-Polri tidak akan tinggal
diam. Kami akan terus melakukan pengejaran dan penegakan hukum terhadap para
pelaku kelompok kriminal bersenjata hingga mereka mempertanggungjawabkan
perbuatannya sesuai hukum yang berlaku,” pungkas Kasatgas Humas Operasi Damai
Cartenz-2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, Senin (2/3/2026).
Hingga saat ini, aparat gabungan masih melakukan penyisiran
di sekitar lokasi guna memastikan situasi benar-benar aman sekaligus memburu
para pelaku yang melarikan diri.
“Operasi penegakan hukum akan terus dilakukan secara terukur
dan profesional guna menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua,” tegasnya.
Penulis: Acik
Editor: Sianturi

