Dinkes Mimika Tingkatkan Kompetensi Tim Stunting 26 Puskesmas Lewat Pelatihan Tatalaksana Tim penanganan stunting dari 26 Puskesmas di Kabupaten Mimika mengikuti pemaparan materi yang disampaikan narasumber dari Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Harapan Kita, Jakarta, dalam Pelatihan Tatalaksana Stunting di Hotel Grand Tembaga, Timika oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Rabu (15/7/2026)(Salampapua.com/Acik/Jeverson)

Dinkes Mimika Tingkatkan Kompetensi Tim Stunting 26 Puskesmas Lewat Pelatihan Tatalaksana

SALAM PAPUA (TIMIKA) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika terus memperkuat upaya percepatan penurunan angka stunting melalui peningkatan kapasitas tenaga kesehatan. Salah satunya dengan menggelar Pelatihan Tatalaksana Stunting bagi Tim Stunting dari 26 Puskesmas di Kabupaten Mimika.

Pelatihan yang berlangsung di Hotel Grand Tembaga, Jalan Yos Sudarso, Rabu (15/7/2026), diikuti dokter, bidan, perawat, tenaga gizi dari 26 puskesmas, serta perwakilan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika dan Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM).

Sekretaris Dinkes Mimika, dr. Sisma H.L., mengatakan pelatihan tersebut merupakan komitmen Pemerintah Kabupaten Mimika dalam meningkatkan kualitas pelayanan penanganan stunting, khususnya bagi tenaga kesehatan yang menjadi garda terdepan dalam pelayanan ibu dan anak.

"Kegiatan ini merupakan Pelatihan Tatalaksana Stunting bagi Tim Stunting 26 Puskesmas Tahun 2026. Ini adalah upaya Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Kesehatan untuk meningkatkan kualitas penanganan stunting," ujar dr. Sisma usai membuka kegiatan.

Ia menjelaskan, peserta dibekali berbagai materi terkini mengenai penanganan stunting yang disampaikan langsung oleh dokter spesialis anak dari Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Harapan Kita, Jakarta, yakni dr. Novitria Dwinanda, Sp.A(K), dan dr. Prajnya Pramitha, Sp.A.

Materi yang diberikan meliputi penanganan pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), deteksi dini gangguan oromotor yang berkaitan dengan kemampuan makan anak, hingga strategi pemenuhan kebutuhan kalori yang tepat sebagai bagian dari intervensi gizi.

Menurut dr. Sisma, pemahaman terhadap aspek-aspek tersebut sangat penting karena stunting tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik, tetapi juga perkembangan otak, kecerdasan, dan kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Ia berharap pelatihan tersebut mampu meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan dalam melakukan deteksi dini, penatalaksanaan kasus, pendampingan keluarga, hingga evaluasi penanganan stunting secara berkelanjutan.

"Penguatan kapasitas pelayanan bagi tim penanganan stunting harus terus dilakukan, meskipun angka stunting menunjukkan tren menurun. Kita tidak boleh lengah ataupun mengabaikan penanganannya," tegasnya.

Melalui pelatihan ini, Dinkes Mimika berharap seluruh tenaga kesehatan di 26 puskesmas memiliki pemahaman yang lebih komprehensif dan keterampilan yang semakin baik dalam menangani kasus stunting, sehingga upaya percepatan penurunan prevalensi stunting di Kabupaten Mimika dapat berjalan lebih efektif.

Pemerintah Kabupaten Mimika juga menargetkan kolaborasi lintas sektor dalam pencegahan stunting terus diperkuat, mulai dari edukasi kepada calon ibu, pendampingan ibu hamil, pemantauan tumbuh kembang balita, hingga intervensi gizi yang tepat sasaran.

Penulis: Acik

Editor: Sianturi