SALAM PAPUA (TIMIKA) – Puluhan petugas pengangkut sampah Kota Timika melakukan aksi mogok kerja pada Senin (9/3/2026). Aksi ini diduga dipicu ketidakpuasan terhadap besaran Tunjangan Hari Raya (THR) yang dinilai tidak sesuai dengan beban kerja, serta adanya pergantian sopir truk pengangkut sampah secara sepihak.

Aksi mogok tersebut dilakukan sejak subuh, sehingga menyebabkan sampah di sejumlah Tempat Penampungan Sementara (TPS) di Kota Timika tidak terangkut dan mulai menumpuk.

Sejumlah petugas kebersihan menyampaikan bahwa mereka telah melakukan pertemuan dengan Kepala Seksi Persampahan pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Mimika, Aris Sampe Mambulu. Namun mediasi tersebut belum menghasilkan kesepakatan.

Para petugas tetap bertahan dengan aksi mogok dan berharap Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Mimika, Jefrey Deda dapat hadir langsung untuk mendengar dan menjawab tuntutan mereka.

“Harus Kepala DLH yang datang menjawab tuntutan kami,” ujar salah seorang petugas kebersihan.

Selain persoalan THR, para petugas juga mempersoalkan pergantian salah satu sopir truk pengangkut sampah yang disebut dilakukan tanpa penjelasan yang jelas.

Menurut mereka, sopir tersebut selama ini aktif bekerja, namun tiba-tiba diberhentikan dan digantikan oleh orang lain.

“Kenapa sopir truk diganti tanpa alasan, padahal selama ini aktif kerja. Terus digantikan oleh orang lain dari luar,” ujar salah satu petugas.

Hingga berita ini diturunkan, para petugas kebersihan masih menunggu kehadiran pimpinan dinas untuk melakukan dialog guna mencari solusi atas persoalan tersebut.

Penulis: Acik

Editor: Sianturi